Showing posts with label ramadhan. Show all posts
Showing posts with label ramadhan. Show all posts

MANFAAT PUASA

04 April 2022 | comments

 


FASTING alias PUASA

Jangan kaget ya.. pada jam 12 s/d 18 kita akan merasa lemas.

Bersyukurlah..
Karena berarti akan dimulai satu proses yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita.

Proses itu adalah AUTOLISIS.

*Autolisis adalah proses pembuangan sel-sel yang mati atau rusak di dalam tubuh kita.*

Bayangkan..
Kalau kita lagi gak puasa..
Organ pencernaan kita hampir ga pernah berhenti bekerja.
Setiap kita makan, butuh +/- 8 jam organ pencernaan kita bekerja.

Jam 7 sarapan pagi, maka jam 15 organ baru selesai bekerja, eh jam 12 kita sudah makan lagi.

Dari jam 12 harusnya selesai jam 20, kita makan lagi jam 19. Belum lagi kalo jam 23nya ngemil/makan mie tektek/nasi goreng.

*Astagfirullah..*

Kalo tubuh kita bisa ngomong..
mungkin dia akan bilang..
Boss saya resign aja yaa

Nah..
Pas kita puasa..
Sahur jam 4, organ bekerja sampai jam 12.

Jam 12 s/d jam 18, organ kita nganggur gak ada kerjaan. 6 jam lhoo..
Lumayan tuh.

Ibarat ibu-ibu di rumah..
Klo lagi gak ada kerjaan, kan suka beres-beres rumah, rapi-rapi, bersih-bersih, buang barang-barang yang gak kepake.

Nah sama.
organ kita klo lagi gak ada kerjaan, mereka akan melakukan bersih-bersih tubuh,  inilah Autolisis.

*Keren kan..*

Inilah kenapa puasa itu sehat, bahkan Insya Allah bisa ngobatin banyak penyakit. Maag, diabet, ginjal, bahkan kanker.

Makin banyak puasa.
Makin bersih tubuh kita..
Makin sehat kita.
In syaa Allah

*Maka bahagialah kita diperintahkan puasa.*

✨Selamat berpuasa di bulan Ramadhan✨
Semoga makin semangat menjalankan puasa yaaa ...

Semoga bermanfaat

#copasdarisebelah
(Tulisan ini tidak diketahui siapa penulisnya. Mohon info, jika ada yang tau. Akan saya sertakan nama penulis asli. Terimakasih 🙏😊)

CHECKLIST RAMADHAN

03 April 2022 | comments

 


Checklist....
Supaya ga lupa....
Apa saja ibadah yang harus dikerjakan di bulan penuh berkah ini 🥰🥰🥰

#ramadhan
#haruslebihbaik

RAMADHAN 2022

02 April 2022 | comments

 


Marhaban Yaa Ramadhan 💞💞💞

Mohon maaf lahir batin untuk semua yang pernah berinteraksi dengan saya di dumay or dunyat 🙏🙏🙏

Semoga kita diberikan Allah SWT, semangat-kekuatan-keselamatan-kelancaran selama menjalankan ibadah di bulan Ramadhan 🤲🤲🤲

Aaaamiiiin Yaa Robbal 'Aalamiin

Cerita Mudik

28 June 2018 | comments



Delapan tahun terakhir, sejak pindah ke Indonesia, saya ngga pernah mudik. Paling mudik versi KW10, dari Depok nyebrangin Jakarta menuju Tangerang, rumah ortu saya. Yang mana dalam waktu 1,5 jam kalo kondisi normal, bisa langsung nyampe.

Tapi untuk lebaran tahun ini, akhirnya saya bisa meresapi, gimana rasanya mudik yang sebenarnya.
Ya, kami ini, asli Gorontalo. Papa Mama asli orang sana. Mereka ngerti bahasa, makanan dan kebudayaan di sono. Anak-anaknya? Ya begitulah. Kadar kegorontaloan sangat menyedihkan. Ngga ngerti apa-apa hehe. Selain makanan sana yang serba pedas. Dan lautnya yang indah dan bersih.

Sebenarnya, lebaran di Gorontalo bareng anak-anak dan cucu-cucu yang mulai besar, itu keinginan almarhum Papa saya yang belum terwujud. Karena ya begitulah anaknya pada (sok) sibuk. Akhirnya, tahun ini, kami semua lebaran di sana, mumpung masih ada Mama yang sehat walafiat.

Kami ke sana agak diam-diam. Maksudnya,  ngga ngabarin ke sepupu-sepupu di sana, kalo kita akan ngerayain Lebaran di Gorontalo. Kami berangkat dua hari sebelum hari raya.

Di sana, kami memilih nginep di kost-kostan yang muat untuk keluarga besar. Kami ngga memilih nginep di rumah keluarga, karena khawatir merepotkan. Maklum, ada 15 orang.



Hari pertama di sana, dihabiskan untuk tidur seharian. Secara penerbangan dari Jakarta, di tengah malam buta jadi ngga sempet tidur malam sama sekali.
Malamnya, kami sempet-sempetin ngeliat tradisi tumbilatohe. Tradisi khas Gorontalo, yaitu menyalakan lilin di halaman depan rumah dan di jalan-jalan. Tradisi ini cuma ada tiga malam terakhir di bulan Ramadan. Silakan googling untuk detilnya ya.

Kami berkeliling memakai bentor, kendaraan khas yang cuma ada di sana. Becak motor. Mirip becak, tapi di belakangnya bentuk motor. Karena itu malam terakhir, walhasil sudah ngga seramai malam-malam sebelumnya. Tapi lumayan lah, menghibur hati dengan pemandangan yang sangat jarang ditemuin.

Besoknya, pas Lebaran, kami sholat ied di mesjid deket kost. Ada yang unik, sebelum sholat ied, imam menjelaskan tata cara sholat dengan bahasa Gorontalo. Saya dan adek saya, saling berpandangan sambil tersenyum-senyum dan tertawa kecil, mendengar ucapan imam yang sama sekali tidak kami mengerti. Hehe, ngga sopan ya.

Pulang sholat ied, kembali ke tempat kos, sambil mikir, hari ini makan apa ya. Restoran kira-kira ada yang buka ngga ya? Alhasil, sementara makan pagi, diganjel pake roti-rotian dulu. Ngenes juga, ngebayangin orang lain  pada bersukacita makan ketupat, opor, dan aneka hidangan khas lebaran.
Tapi tetep bersyukur sih, kami masih bisa ngumpul bareng di kampung tercinta.

Lebaran hari pertama, kami belum kemana-mana. Masih ngetem di kost. Untuk urusan perut, mau ngga mau terpaksa menuju mall di pusat kota Gorontalo. Jadinya seharian ini kami seperti anak mall. Siang makan di sana. Malem, balik lagi ke sana. Secara semua resto tutup boo...
Hehe...jauh-jauh ke Gorontalo, cuma buat ke mall. Kesiaan deeehh....

Lebaran hari kedua, keberadaan kami terendus juga. Dan mulailah  undangan-undangan dari keluarga besar di sana berdatangan. Episode makan di mall berakhir. Berpindah ke rumah-rumah saudara, dengan hidangan yang bikin kita kalap. Hehe. Semua makanan khas Gorontalo. Yang serba pedaaaaass.

Selain makan di rumah saudara, kami juga nyempetin ke resto-resto seafood yang murmer yang ada di sana. Kami memilih menu ikan bakar. Rasa ikannya .....huuaaa.....segeeeerr. Dagingnya empuk, lunak dan berasa banget segernya. Tak terlupakan. Mpe sekarang masih kebayang enaknya. Secara asli diangkut langsung segar-segar dari laut. Beda euy, sama ikan di Jakarta, yang konon udah mati keberapa kali.

Hari ketiga, kami mulai pesiar ke pantai. Pantai-pantai di Gorontalo itu banyaaaak, dan beberapa jaraknya deket-deket. Paling deket sekitar 20 menit dari kota. Itupun pantainya masih bersih dan jernih. Just info, kota Gorontalo itu kecil loh, kemana-kemana deket. Dan ga pake macet. Bikin betah kalo mau jalan-jalan keluar. Mau kemana-mana dalam hitungan menit juga sampe. Enak banget dah.

Dari hasil browsing di internet, kami mutusin ada 2 pantai yang kami tuju hari ini.
Yang pertama, pantai Botubarani. Pantai ini terkenal dengan hiu paus. Bisa browsing di internet pake keyword "pantai gorontalo hiu paus". Nanti keluaaar semua info tentang hiu ini.

Pengen tau seperti apa penampakan asli si hiu paus yang super jinak ini?
Dan pengen tau...gimana detik-detik bersejarah, saat saya berhasil ngelus-ngelus kepala si hiu?
Tunggu cerita selanjutnya yaa....




Ramadhan....

17 July 2015 | comments

Sebentar lagi dia datang.
Bulan yang dirindukan, bulan yang ditunggu-tunggu, bulan yang dinanti-nanti.
Ah....tapi benarkah kita merindukannya??
Jangan-jangan, kita cuma merindukan baju baru.
Jangan-jangan, kita cuma merindukan THR.
Jangan-jangan, kita cuma merindukan episode mudik....

Ah, Ramadhan...sepertinya rindu kami ini adalah rindu palsu....

********************************

Dan, akhirnya, Ramadhan pun datang....
Seperti biasa, di awal-awal disambut dengan gegap gempita...
Orang berbondong-bondong ke mesjid...
Beramai-ramai membaca Al-Qur'an
Bersama-sama berkumpul untuk buka puasa....

Tapi, memasuki 10 hari terakhir...
Semua mulai lenyap...
Semua sibuk dengan aktifitas belanja dan mudik...
Ya Allah, inikah cara kami membersamai Ramadhan-Mu?
Menyambut di awal, dan di akhirnya, kemesraan itu hilang sama sekali?

Ah, entahlah,....
Aku di sini, hanya bisa terdiam, tergugu....
Entah sampai kapan kami bisa serius membersamai Ramadhan...
Entahlah......
Maafkan kelalaian kami ya Allah....

**************************************************
Menangislah untuk Ramadhan yang Kan Hilang
Oleh: Abd Rozak

Teman, marilah kita menangis,
Jika itu bisa melapangkan gundah yang mengganjal sanubari. 
Bahwa Ramadhan sudah bergegas di akhir hitungan. 
Dan tadarus Quran kita tak juga beranjak khatam. 
Jika itu adalah ungkapan penyesalan. 
Jika itu merupakan awal tekad untuk menyempurnakan tarawih dan Qiyamul lail kita yg centang perenang.

Menangislah,
Biar butir bening itu jadi saksi di yaumil akhir. 
Bahwa kita adalah hamba Alloh yg lalai lagi terlena. 
Yang berdoa sejak 2 bulan sebelum ramadhan, yang berlatih puasa semenjak Rajab, 
yang rajin mengikuti tarhib Ramadhan, 
tapi sampai puasa mendekati akhir.. 
masih juga menggunjing kekhilafan teman, 
masih juga tak bisa menahan ucapan dari kesia-siaan, 
tak juga menambah ibadah sunah, 
bahkan hampir terlewat menunaikan yang wajib.

Menangislah, lebih keras.
Alloh tak menjanjikan apa-apa untuk Ramadhan tahun depan, 
apakah kita masih disertakan, 
sedangkan Ramadhan sekarang cuma tersisa hitungan hari. 
Tak ada yang dapat menjamin usia kita sampai untuk Ramadhan besok, 
sedang Ramadhan ini tersia-siakan. 
Menangislah untuk Ramadhan yang kan hilang...

Menangislah,
Untuk dosa-dosa yang belum terampuni, 
tapi kita masih juga menambah dengan dosa baru...

Menangislah,
Dan tuntaskan semuanya di sini, malam ini. 
Karena besok waktu akan bergerak makin cepat..
Ramadhan semakin berlari. 
Tahu-tahu sudah 10 malam terakhir dan kita belum bersiap untuk itikaf. 
Dan lembar Quran menunggu untuk dikhatamkan. 
Dan lembar rupiah menunggu untuk disalurkan melalui infaq dan zakat. 
Dan malam menunggu dihiasi sholat tambahan.

Sekarang, atau (mungkin) tidak (ada lagi) sama sekali...
  *gambar dari sini
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Refleksi Kehidupan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger