Just Say Alhamdulillah

10 October 2018 | comments

Yap, ngga ada yang nyangka, bahwa kota Palu di bulan Oktober 2018 ini akan mengalami bencana besar dan super dahsyat. Melebihi gempa Aceh dan Lombok. Who knows?

Melihat kondisi sebelum dan sesudah, membaca kronologis dan detik-detik kejadian, menyimak cerita-cerita sedih para korban,  sampai memperhatikan seberapa besar perhatian pemerintah terhadap bencana ini.

Benar-benar, sangat mengaduk-ngaduk emosi. Palu dengan sejuta kenangan di dalamnya. Kenangan masa kecil, kenangan bersama keluarga, teman dan sahabat. Delapan tahun bukan waktu yang singkat, untuk mengingat semua memori yang tersimpan sepanjang rentang waktu tersebut.

Saya sedih, berduka, dan hanya bisa mensupport lewat materi dan doa. Siapa saya? Ow, masih sangat jauh dari mereka. Mereka  teman-teman saya yang alhamdulillah tidak ada yang menjadi korban dan sampai saat ini sedang berjuang menjalani hidup sebagai korban bencana.

Saya harus banyak bersyukur dengan semua kenikmatan yang saya rasakan hingga detik, dan entah sampai kapan. Nikmat berada dalam kondisi aman dan nyaman. Nikmat berkumpul dengan keluarga, teman, orang-orang tersayang dalam kondisi yang baik-baik semua. Nikmat memiliki tempat berteduh dan segala fasilitasnya yang sangat lebih dari cukup. Nikmat memiliki tubuh dan organ yang berfungsi sempurna, tanpa luka, tanpa penyakit dan tanpa bantuan alat maupun obat.

Saya masih bisa menikmati udara yang segar, makanan yang enak, air yang berlimpah, kendaraan yang baik. Saya masih memiliki keluarga dan teman yang selalu berada di dekat saya, dalam keadaan apapun.

Ya, bersyukurlah. Berbagilah dan terus bergerak. Terus menjaga harapan dan terus bersemangat.  Terus berprasangka baik terhadap Allah dan terhadap manusia. Apapun kondisi saat ini, bahagia-sedih, sehat-sakit, lapang-sempit, semua wajib disyukuri.

Karena bersyukur adalah gratitude tertinggi yang mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan.
Tapi teruslah memaksa hati dan lisan untuk selalu bersyukur. Jangan sampai ada celah untuk mengeluh. Karena apapun keluhan kita, sesedikit apapun kita mengeluh, maka pada dasarnya kita sedang berburuk sangka terhadap Allah.

Jangan merasa sebagai orang yang paling malang. Allah tidak pernah menciptakan produk gagal.
Karena tidak ada orang yang ditakdirkan untuk menjadi orang yang kalah dan gagal dalam kehidupan ini. Yang ada, hanyalah orang yang memiliih untuk kalah, memilih untuk berputus asa, memilih untuk kecewa dan bersedih. Life is a choice.

Memilihlah untuk selalu menang, selalu optimis, selalu berhusnuzhon.
Selalu berharap hanya kepada Allah bukan kepada manusia. Dan yakin, apapun yang dilakukan selama itu sebuah kebaikan, maka ada Allah bersama kita.

Cerita Mudik

28 June 2018 | comments



Delapan tahun terakhir, sejak pindah ke Indonesia, saya ngga pernah mudik. Paling mudik versi KW10, dari Depok nyebrangin Jakarta menuju Tangerang, rumah ortu saya. Yang mana dalam waktu 1,5 jam kalo kondisi normal, bisa langsung nyampe.

Tapi untuk lebaran tahun ini, akhirnya saya bisa meresapi, gimana rasanya mudik yang sebenarnya.
Ya, kami ini, asli Gorontalo. Papa Mama asli orang sana. Mereka ngerti bahasa, makanan dan kebudayaan di sono. Anak-anaknya? Ya begitulah. Kadar kegorontaloan sangat menyedihkan. Ngga ngerti apa-apa hehe. Selain makanan sana yang serba pedas. Dan lautnya yang indah dan bersih.

Sebenarnya, lebaran di Gorontalo bareng anak-anak dan cucu-cucu yang mulai besar, itu keinginan almarhum Papa saya yang belum terwujud. Karena ya begitulah anaknya pada (sok) sibuk. Akhirnya, tahun ini, kami semua lebaran di sana, mumpung masih ada Mama yang sehat walafiat.

Kami ke sana agak diam-diam. Maksudnya,  ngga ngabarin ke sepupu-sepupu di sana, kalo kita akan ngerayain Lebaran di Gorontalo. Kami berangkat dua hari sebelum hari raya.

Di sana, kami memilih nginep di kost-kostan yang muat untuk keluarga besar. Kami ngga memilih nginep di rumah keluarga, karena khawatir merepotkan. Maklum, ada 15 orang.



Hari pertama di sana, dihabiskan untuk tidur seharian. Secara penerbangan dari Jakarta, di tengah malam buta jadi ngga sempet tidur malam sama sekali.
Malamnya, kami sempet-sempetin ngeliat tradisi tumbilatohe. Tradisi khas Gorontalo, yaitu menyalakan lilin di halaman depan rumah dan di jalan-jalan. Tradisi ini cuma ada tiga malam terakhir di bulan Ramadan. Silakan googling untuk detilnya ya.

Kami berkeliling memakai bentor, kendaraan khas yang cuma ada di sana. Becak motor. Mirip becak, tapi di belakangnya bentuk motor. Karena itu malam terakhir, walhasil sudah ngga seramai malam-malam sebelumnya. Tapi lumayan lah, menghibur hati dengan pemandangan yang sangat jarang ditemuin.

Besoknya, pas Lebaran, kami sholat ied di mesjid deket kost. Ada yang unik, sebelum sholat ied, imam menjelaskan tata cara sholat dengan bahasa Gorontalo. Saya dan adek saya, saling berpandangan sambil tersenyum-senyum dan tertawa kecil, mendengar ucapan imam yang sama sekali tidak kami mengerti. Hehe, ngga sopan ya.

Pulang sholat ied, kembali ke tempat kos, sambil mikir, hari ini makan apa ya. Restoran kira-kira ada yang buka ngga ya? Alhasil, sementara makan pagi, diganjel pake roti-rotian dulu. Ngenes juga, ngebayangin orang lain  pada bersukacita makan ketupat, opor, dan aneka hidangan khas lebaran.
Tapi tetep bersyukur sih, kami masih bisa ngumpul bareng di kampung tercinta.

Lebaran hari pertama, kami belum kemana-mana. Masih ngetem di kost. Untuk urusan perut, mau ngga mau terpaksa menuju mall di pusat kota Gorontalo. Jadinya seharian ini kami seperti anak mall. Siang makan di sana. Malem, balik lagi ke sana. Secara semua resto tutup boo...
Hehe...jauh-jauh ke Gorontalo, cuma buat ke mall. Kesiaan deeehh....

Lebaran hari kedua, keberadaan kami terendus juga. Dan mulailah  undangan-undangan dari keluarga besar di sana berdatangan. Episode makan di mall berakhir. Berpindah ke rumah-rumah saudara, dengan hidangan yang bikin kita kalap. Hehe. Semua makanan khas Gorontalo. Yang serba pedaaaaass.

Selain makan di rumah saudara, kami juga nyempetin ke resto-resto seafood yang murmer yang ada di sana. Kami memilih menu ikan bakar. Rasa ikannya .....huuaaa.....segeeeerr. Dagingnya empuk, lunak dan berasa banget segernya. Tak terlupakan. Mpe sekarang masih kebayang enaknya. Secara asli diangkut langsung segar-segar dari laut. Beda euy, sama ikan di Jakarta, yang konon udah mati keberapa kali.

Hari ketiga, kami mulai pesiar ke pantai. Pantai-pantai di Gorontalo itu banyaaaak, dan beberapa jaraknya deket-deket. Paling deket sekitar 20 menit dari kota. Itupun pantainya masih bersih dan jernih. Just info, kota Gorontalo itu kecil loh, kemana-kemana deket. Dan ga pake macet. Bikin betah kalo mau jalan-jalan keluar. Mau kemana-mana dalam hitungan menit juga sampe. Enak banget dah.

Dari hasil browsing di internet, kami mutusin ada 2 pantai yang kami tuju hari ini.
Yang pertama, pantai Botubarani. Pantai ini terkenal dengan hiu paus. Bisa browsing di internet pake keyword "pantai gorontalo hiu paus". Nanti keluaaar semua info tentang hiu ini.

Pengen tau seperti apa penampakan asli si hiu paus yang super jinak ini?
Dan pengen tau...gimana detik-detik bersejarah, saat saya berhasil ngelus-ngelus kepala si hiu?
Tunggu cerita selanjutnya yaa....




Ketika Saya Menjadi Aneh

27 April 2018 | comments




Ada saat dimana saya sedang kebingungan dengan diri sendiri. Seperti orang linglung.
Ngga jelas maunya apa. Dan yang pasti, saya kehilangan konsentrasi. Ngga fokus.
Orang ngomong apa, saya nangkepnya apa. Atau sebaliknya..

Saya mau ngungkapi sesuatu ke orang. Tapi yang keluar dari mulut, malah beda.
Walhasil, orang lain yang nanggepin jadi  ketimpa salah juga.
Padahal mah ya, kesalahan 100% ada di layar otak saya.
Yang kasihan, ya orang lain itu. Yang ada di sekitar saya.

Kalo udah gini, setelah ngalamin peristiwa yang ngga ngenakin, yang memang muaranya di saya sendiri. Setelah menyendiri, baru deh, saya nangis abis-abisan.
Nyesel kenapa saya jadi merepotkan banyak orang. Bikin kesel orang lain.
Menyusahkan banyak pihak.
Dan, ya, saya tipikal suka menyalahkan diri sendiri.

Jadi, sambil menangis, saya akan berpikir, bahwa saya tidak berguna.
Dan sepertinya dunia akan lebih baik tanpa keberadaan saya.
Im useless. No one need me.
Lebay  banget memang. Tapi, itulah kelemahan saya.

Saya yakin, kalau pikiran buruk seperti itu dibiarkan, akan muncul tindakan yang lebih berbahaya.
Dan ini, adalah siklus yang saya alami sejak dulu. Masa-masa dimana saya merasa hopeless and useless.

Obatnya, sederhana sebenarnya.
Cooling down dan berpikir hal yang indah-indah yang pernah ada dalam kehidupan saya.

Setelah nangis sepuasnya. Saya tarik napas dalam-dalam sambil istighfar.
mulai mengalihkan pikiran-pikiran negatif.
Saya mulai berpikir semua tentang pemberian Allah. Dari tubuh yang sempurna.
Organ-organ tubuh yang semuanya normal. Saya masih bisa bernafas dengan baik.
Mendengar, menghirup, beraktifitas, tanpa bantuan alat apapun.

Saya masih punya tempat untuk berteduh, punya kendaraan.
Saya masih dikelilingi orang-orang tercinta yang dengan tulus menyayangi saya.

Ah, sungguh. Masih terlalu banyak pemberian-Nya yang wajib saya syukuri.
Lantas kenapa saya masih berpikir bahwa tidak berarti?
Bukankah semua yang Allah ciptakan, tidak ada yang sia-sia. Termasuk diri ini.

Alhamdulillah, setelah refleksi sejenak, saya merasa kondisi hati saya lebih baik.
Mulai tenang, dan tidak berpikir yang aneh-aneh lagi.

Termasuk dengan menulis seperti ini, juga salah satu jalan untuk saya.
Melepaskan sisa-sisa energi negatif, yang sejak seharian ini bertumpuk.

Ya, setiap peristiwa adalah pelajaran.
Dan hari ini saya dapat pelajaran, bahwa untuk bab pengendalian emosi dan bab syukur, nilai saya masih minus.

Fiuh, semoga masih ada kesempatan untuk merubah nilai ini.





Lembaran Catatan

05 April 2018 | comments

Empat puluh dua tahun sudah, kehidupan berlalu.
Tak terasa.

Kucoba melihat catatan hidup tahun demi tahun.
Ya Allah, ingin kumenangis kencang.
Betapa catatan dosa dan keburukan lebih mendominasi catatan itu.

Dan ketika jatah hidup semakin berkurang.
Ketika masa untuk mengerjakan kebaikan akan segera berakhir.
Ketika waktu untuk bercengkerama dengan orang-orang tersayang, akan lenyap.
Ketika jejak langkah menuju alam barzakh semakin mendekat.

Sungguh, masa itu akan datang.
Masa yang sangat sangat aku takuti.

Masa ketika keluarga berkumpul dan menangisi detik-detik itu.
Masa di saat ruh akan ditarik oleh malaikat maut.
Masa ketika tubuh ini dimasukkan ke ruangan yang sempit dan gelap.
Masa menjawab pertanyaan-pertanyaan dari malaikat.
Masa yang akan menentukan, apakah jiwa ini akan masuk ke taman surga atau ke lubang neraka.

Astaghfirullahal azhiim.

Ya Allah....
Sungguh, hanya dengan kemurahan-Mu, aku diijinkan hidup hingga detik ini.
Menghirup kasih sayang-Mu yang tak pernah putus sepersejuta detikpun.
Terima kasih Allah, ...
Masih ada hari untuk memperbaiki diri,
Menjalankan perintah-Mu, menjauhi larangan-Mu.

Mudahkan aku untuk selalu tetap dalam ketaatan kepada-Mu..
Hingga nanti, saat malaikat maut datang menghampiriku..
Tak ada lagi ketakutan itu...

Justru kedatangannya akan kusambut ..
Kusambut saat itu dengan penuh cinta dan suka cita...
Saat dimana aku akan segera kembali ke sisi-Mu...
Sang Maha Pencinta...




Belajar Bijak

12 March 2018 | comments

Ishh....judulnya dalemnya banget ya.
Ya, berbulan-bulan belakangan ini, mungkin lingkaran teman-teman yang pernah dekat dengan saya, heran dengan status-status saya di fb.

Isinya kalau bukan quote, ya, tulisan tentang motivasi, bisnis or refleksi diri.
Padahal, duluuuuuu, isinya mungkin lebih banyak curcol. Curcol kehidupan seorang emak dengan keempat anaknya.

Tapi sekarang, ya beda. Tapi memang kudu beda ah.
Secara makin lama makin tua, harus lebih tau diri. Kalo curcol ngga perlu diumumkan depan publik.
Cukup ditelen aja, sambil instropeksi diri sendiri. #ish, bijak banget yak

Etapi memang bener. Kadang, masalah-masalah yang bikin galau, gelisah, lemah, letih, lesu tak bergairah, itu memang pangkalnya dari diri sendiri kok.
Toh masalah itu, akan tetap ada dengan bentuk dan wujud yang berbeda.
Tinggal respon kitanya aja yang kira-kira bisa berubah ngga?
Lebih katrok atau lebih elegan? Lebih emosional atau lebih sabar?

Nah,  maka dari itulah, saya akhirnya lebih sering bikin quote.
Kebanyakan sih nyontek dari internet.
Paling backgroundnya, hurufnya, dan komposisi kalimat aja yang diubah-ubah dikit.
Biar lebih eye-catching.

Quote-quote itu lebih ditujukan ke saya sendiri. Cuma, sengaja saya pasang gede-gede di status fb or instagram, biar lebih banyak yang bisa merasakan manfaatnya. Walaupun memang, mungkin saja, kesannya jadi sok bijak.

Tapi, takpe. Saya ngga mau peduli sama penilaian orang.
Kalau ada yang nyinyir, monggo. Kalau ada yang suka dan terinspirasi, ya Alhamdulillah.

Oiya, sejak 3-4 bulan belakangan, saya mulai rajin browsing di pinterest. Dan, taukah anda, ternyata di pinterest, banyak bangeeeeet, quote-quote yang menarik, yang bikin segar mata, jiwa dan perasaan kita. Hehe, lebay ya.

Ember banget loh. Saya seger banget bacanya. Dan jadilah saya sekarang quote hunter di pinterest. Hehe. Tambah lagi, saya sekarang sedang kecanduan picsart. Wow, kombinasi maut. Bikin quote with picsart. Itulah yang belakangan menghabiskan waktu saya. Sampe lupa darat, laut maupun udara.
#tutupmukapakehape

Anyway, itulah saya belakangan ini.
Yang mau ceki-ceki quote hasil editan saya, sok meluncur ke fb dan ig saya @Astarina Laya.
Atau kalo mau seluncur di pinterest, coba pake keyword 'quote'.

Iya deh, demikian dari saya.
Have a wonderful day :)






Casa Meira

28 January 2018 | comments

Sudah lama dengar cerita tentang sebuah rumah cantik bernama Casa Meira.
Tapi baru kali ini, akhirnya, saya bisa merasakan dan menikmati sendiri seperti apa sensasi menginap di rumah ini. Halah. Lebay kali.

Eh tapi memang benar loh. Ceritanya, awal tahun kemarin, kami menyewa tempat ini.
Awal mobil mendarat di depan rumah, di malam hari, sudah terlihat kecantikan rumah ini. Sinar lampu taman yang remang, bikin terasnya keliatan romantis gitu.

Btw, perlu saya jelasin. Saya bukan orang yang punya sense of art. Ngga punya jiwa seni. Ngga ngerti tentang  komposisi warna dan desain untuk pengaturan ruang. Pokoknya saya bener-bener awam, untuk bab tersebut. Jadi tulisan ini asli dari sudut pandang ala emak-emak rempong nan rusuh.

Yang unik, kunci rumah ternyata sudah diletakkan di bawah pot teras rumah. Jadi kita ngga perlu ketemu sama pemilik or penjaga rumah.

Begitu masuk ke dalam rumah, bertambah lagi ketakjuban. Semua tertata rapi dan sangat bersih.
Ah, sulit ngomongnya. Alias males kalo ditulis. Bisa panjang kali lebar kali tinggi. Mending liat aja langsung foto-fotonya ya.

Oiya, karena hampir semua sudur rumah ini instagramble, jadilah saya manfaatin juga untuk foto-foto promo rokcel. Sambil menyelam minum teh anget gitu.

Satu lagi insight yang saya dapet dari hasil berhari-hari nginep di sini. Yang keliatan tuh, jiwa pelayanannya alias service customer yang luar biasa dari sang owner. Keliatan dari jamuan untuk tamu yang baru tiba, berupa dua botol besar juice dan infuse water yang cukup untuk diminum sekeluarga. Belum lagi fasilitas yang tersedia begitu lengkap, aturan-aturan yang tertulis dengan rapi dan detil. Penataan perabot yang luar biasa cantik.

Belum lagi ada buku panduan, semacam guide ke tempat wisata yang ditulis dalam album foto besar. Di situ jelas dan detil, deskripsi, lokasi (sampai ke titik koordinatnya), dan jarak tempat wisata tersebut dari casa meira. Wow, its really help. Terutama untuk turis lokal seperti kami yang buta daerah situ.

Keliatan banget deh, sang owner berusaha memenuhi semua kebutuhan penyewa. Dari kebutuhan informasi, sampai kebutuhan fisik.

Keren banget. Makasih ya owner Casa Meira. Saya sekeluarga ngga kapok berkunjung ke sana. Asli, sangat-sangat bikin terkesan.

Ok deh, berikut foto-foto yang bisa dinikmati.















Energi Negatif

01 November 2017 | comments

"Jualanku ini, sudah seperti anak ketiga mba. Aku bener-bener ngga bisa lepasin, dan aku bakal tetep ngurusin sampe kapanpun. Aku bener-bener jatuh cinta....
Aku tuh ya mba, kalo udah bosen sama urusan domestik. Ya inilah hiburan utamaku. Nenggelamin diri di produksi, ngecek pembukuan, say hello ke customer loyal.  Dan itu bener-bener bisa bikin aku jadi fresh lagi."

Mahmud muda, beranak dua, dengan bisnis frozen foodnya yang mulai menggeliat di seluruh pulau negeri ini.
Mahmud cantik ini curcol dengan serunya. Cerita tentang kesehariannya yang rempong dengan dua anak usia balita. Cerita tentang progress bisnisnya, juga cerita tentang masalah-masalah yang sering muncul di kalangan emak-emak pebisnis. Antara cinta keluarga, passion, karir dan pengorbanan. Kok seperti judul sinetron ya.

Di lain waktu, di lokasi yang berbeda.
"Saya bu, kalo ngga ada bisnis ini, ntah seperti apa. Waktu itu, saya pernah hampir putus asa. Tapi tiba-tiba saya kepikiran, kalo saya ngga ada, gimana mereka, pegawai-pegawai saya, anak-anak training saya. Wajah-wajah mereka muncul di kepala saya bu. Saat mereka belajar di kelas, saat mereka bertugas, saat mereka sedang mereparasi alat di rumah klien, saat mereka sedang curhat...."

Perempuan berhijab berwajah manis di usia matang. Punya bisnis jasa reparasi alat dengan klien-klien besar seperti institusi perbankan, lembaga pemerintahan sampai industri manufaktur.
Saya tahu betul masalah berat yang menimpa rumah tangganya. Dan tidak semua perempuan mampu melewati masalah besar itu. Saya pun tidak yakin saya akan bisa sekuat dia.

"Alhamdulillah, saya punya bisnis, punya usaha, yang bisa mengalihkan energi negatif saya. Waktu saya akhirnya benar-benar habis digunakan untuk memikirkan dan membesarkan bisnis ini. Membesarkan dan membina karyawan-karyawan saya, agar hidupnya lebih sejahtera. Saya sudah tidak sempat lagi bergalau-galau dengan masalah saya. Dan syukurnya, sekarang kondisi rumah tangga saya sudah membaik kembali..."

****

Begitulah sekelumit kisah, dari mamak-mamak pebisnis.
Mereka adalah perempuan, yang mampu mengalihkan energi negatif yang dimiliki menjadi energi positif. Masalah yang ada justru membuat mereka semakin produktif dan semakin melesatkan daya gerak mereka di kegiatan positif dan bermanfaat.

Setiap orang punya energi negatif.
Pemicunya bisa bermacam-macam dan dari berbagai sebab.
Yang intinya adalah, kita mengalami peristiwa yang tidak sesuai keinginan kita.

Energi negatif ini bisa keluar dari tubuh kita dengan berbagai bentuk. Secara fisik, bisa berupa penyakit ringan sampai berat. Secara psikis, bisa berupa luapan emosi yang tidak terkendali.
Yang paling parah, ketika energi negatif ini terlampiaskan dalam bentuk yang membahayakan jiwa sendiri maupun orang lain.

Maka, cara paling mudah mengalihkan energi negatif, adalah dengan MENYIBUKKAN diri.
Sibuk yang paling baik, adalah sibuk yang bukan cuma bermanfaat buat diri sendiri, tapi juga orang lain. Seperti kedua teman baik saya di atas. Mereka menyibukkan diri di dunia bisnis yang mereka geluti. Hasilnya? Alhamdulillah, mereka bisa menikmati hidup dengan sangat indah.
Karena mereka sadar, saat mereka bahagia, ada banyak jiwa-jiwa lain yang ikut merasakan kebahagiaan itu. Energi positif mereka ikut mengalir dan terpantul di alam semesta.


"Lakukan kebaikan, maka kebaikanlah yang akan datang kepadamu."








MINDSET JUALAN

20 September 2017 | comments

"Mba, aku diremehin tadi di sekolahan..."
Curhat salah satu reseller saya.
"Loh, diremehin kenapa mba?"
"Jadi ceritanya, waktu kemaren saya gelar rokcelana, ada temen saya yang nyeletuk,...'Ooo, sekarang jadi pedagang toh. Kok mau-maunya sih jualan. Maluin-maluin aja...' ..."
"Trus mba gimana?". Tanya saya.
"Ya saya bales celetukannya. Saya bilang,'Loh emang kenapa kalo jualan? Kan halal..."
Hmm, celetukan temennya itu menggambarkan, masih ada saja orang yang berpikiran kalo jualan/dagang itu sesuatu yang memalukan. Kesannya butuh uang gitu kali ya.
Padahal mah, siapa sih di dunia ini orang yang ga butuh uang. Konglomerat aja masih butuh uang. Buktinya mereka teteup jualan tuh. Ngga puas merajai iklan di stasiun tivi n radio, smp billboard segede gajah, sekarang dengan kaki tangan guritanya mulai bergerilya masuk ke pasar e-commerce.
Jualan itu, bukan urusan mengeruk uang sebanyak-banyaknya dari konsumen. Kok kayak perampok ya kesannya. Justru konsumen jadi terbantu, dengan adanya orang yang jualan.
Contoh kecil, ntu orang-orang yang hampir tiap hari jajan di minimarket, apa dia merasa dirampok? Ngga kan?
Mereka sukarela aja tuh ngabisin duit di situ. Etapi kalo saya mah ngga rela, mending ngabisin duit buat diputar lagi. Hehehe.
Yah, begitulah mindset sebagian orang. Kudu dirubah.
Tulisan singkat di bawah ini cukup jelasin ttg esensi jualan yg sebenarnya.
Semoga bisa merubah mereka-mereka yang punya mindset negatif terhadap jualan.

*********************
MINDSET JUALAN
Banyak orang yang baru pertama kali menjadi pengusaha dan meniti karir sebagai penjual, mereka putus asa dan menyerah ketika ditolak mentah-mentah
oleh para calon pembelinya. Padahal kalau dipikir-pikir, menjual adalah aktivitas yang sangat mulia.
====================
“Jualan adalah aktivitas menolong orang yang DIBAYAR…”
Agar kita tidak termasuk orang yang putus asa dan menyerah saat menjual, alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu mengenai esensi jualan itu sendiri.
====================
Apa sebenarnya esensi jualan itu?
Esensi jualan yang pertama adalah MENOLONG ORANG.
Tanpa disadari, jualan adalah proses pertukaran antara uang dan manfaat. Setiap uang yang dikeluarkan oleh pembeli akan ditukar dengan manfaat yang dikemas dalam bentuk produk baik berupa barang ataupun jasa.
Setiap manfaat pasti memiliki kemampuan untuk memenuhi keinginan, kebutuhan, bahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
=====================
Bayangkan… Jika seandainya banyak orang di luar sana yang tertolong karena hadirnya produk kita, kita tentu senang bukan?
Jika niat kita adalah MENOLONG ORANG, kalaupun ditolak, kenapa harus gundah gulana? Masuk akal?
Mulai saat ini, ketika jualan, munculkanlah rasa ingin menolong orang. Niatkanlah di dalam hati bahwa penawaran yang diberikan adalah sebuah penawaran “pertolongan” atas keinginan, kebutuhan, atau
permasalahan yang sedang ia hadapi.
Harapannya,
dengan hadirnya produk kita, semua hal tersebut dapat
terselesaikan. Dengan begini, ketika ia membeli, kita
bersyukur, dan ketika ia menolak, kita tak perlu kecewa,
karena sedari awal niatan kita adalah menolong.
=====================
Esensi jualan yang kedua adalah MENEBARKAN MANFAAT
Bisa Anda bayangkan, saat jualan, minimal kita sedang membantu mendistribusikan produk dan manfaat ke banyak orang. Lebih dari itu, ketika jualan, kita sedang
mendorong berputarnya uang.
Kecepatan dan volume perputaran uang di sebuah masyarakat menentukan kesejahteraan masyarakat tersebut.
Indonesia adalah salah satu contohnya. Ketika Eropa dan Amerika sedang dilanda krisis besar-besaran, Indonesia malahan menembus pendapatan perkapita hingga 3000$ per tahun. Mengapa? Karena penduduk kita suka jualan. Mulai dari pedagang kaki lima, ibu-ibu arisan, mahasiswa, hingga orang-orang di perkantoran.
Proses jual beli ini yang meratakan distribusi uang. Jika distribusi uang sudah merata, Indonesia akan sejahtera.
====================
Kalau sudah begitu, hal apa saja yang membuat kita pasrah dan menyerah saat menghadapi penolakan dan kegagalan saat menjual?
Toh esensinya menolong orang dan menebarkan manfaat kan? ðŸ˜Š


Fixed mindset vs Growth mindset

11 September 2017 | comments


Menurut riset yang dilakukan selama 30 th oleh seorang professor di bid.psikologi bernama Carol Dweck, ada dua tipe manusia berdasarkan mindsetnya.

1.  Manusa tipe fixed mindset

Manusia model ini, paling doyan menghindar dari tantangan. Selalu berusaha menjauh dari yang kesulitan.

Ngga suka sama hal-hal baru. Kalo berusaha sekedarnya saja. Kalo jatuh, ya sudah menyerah.
Ngga suka dikritik, dan paling suka ngasih alasan.

2. Manusia tipe growth mindset

Manusia model ini, suka banget sama tantangan. Paling seneng kalo ketemu masalah. Apalagi kalo ada kesulitan, ya dihadapi sambil otaknya berpikir kreatif mencari solusi.

Suka sama hal-hal baru. Karakternya kuat, tidak mudah menyerah. Senang dikritik, dan selalu berusaha melakukan yang terbaik.

********

Nah, itu hanya segelintir kutipan dari Coach Fahmi, suhunya kang Rendy di seminar bogor berdaya tadi pagi.

Ada beberapa quote menarik dari beliau.

"Jauhi kenyamanan, selalu cari rasa sakit yang membuat kita terus bertumbuh. Terus belajar, terus berproses, terus bergerak. Termui orang-orang baru, masuki komunitas-komunitas baru. Pelajari hal-hal baru. Dan terus lakukan sesuatu yang bisa membawa manfaat untuk sekitar."

Oiya, coach Fahmi yang lulusan pHd salah satu perguruan tinggi di US sono, ternyata  punya puluhan bidang bisnis yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari tangan beliau banyak sekali pengusaha dan profesional muda yang lahir dan kiprahnya cetar membahana. Salah duanya kang Rendy dan mba Erita pemilik brand Ukhti n Munira.

Anak-anak beliau ada yang jago IT dan sempat memenangkan lomba yang diadakan Facebook. Ada juga yang masih kuliah kedokteran di salah satu PT di ina.

Keren euy coach Fahmi ini. Kalo sudah ngomong, semangatnya itu loh, serasa menular sampe ke bagian jiwa terdalam. Ngga heran, kalo kang Rendy -murid beliau- orasinya bisa sedemikan cetar. Like teacher, like student.

Iya deh, segini dulu laporan pandangan mata dari acara rutin Bogor Berdaya.


Cara Mengisi Saldo Iklan di Fb Ads

16 August 2017 | comments

Tau kan fb ads? 
Jadi gini loh, kadang-kadang kalau kita sedang fb-an, sering kan ada iklan fb yang tiba-tiba muncul di scroll-an? Nah, kalo di pojok kanan iklan tersebut ada tulisan sponsored, bisa dipastikan itu adalah fb ads.

Fb ads itu, iklan berbayar untuk mempromosikan bisnis, perusahaan or branding public figure.
Sekedar info, fb adalah database sosial terbesar di dunia dengan pengguna sekitar 1 milyar !!

Keuntungan di fb ads, adalah kita bisa mentarget siapa saja yang melihat iklan kita. Misal kita jualan kaos bola, kita setting siapa saja yang melihat iklan. Laki-laki, penggemar klub bola apa, pekerjaannya apa tinggal dimana, hobinya apa... 
Kira-kira, kalau ketemu target market yang spesifik seperti ini, kemungkinan closingnya akan lebih besar kan...

Beda banget kan kalau pasang iklan di koran atau di majalah atau di tivi, yang audiencenya terlalu general. Dah gitu, biayanya mahal sangaaaatt...

Ok, back to mengisi saldo iklan di fb.

Ada 2 jenis pembayaran di fb, yaitu: Kartu kredit dan Bank Transfer.
Caranya,

1. Login di akun personal fb kita
Klik tanda segitiga di pojok kanan atas.


2. Pilih "create ads" ("buat iklan")


3. Nanti akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Lalu klik di pojok kiri atas







 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Refleksi Kehidupan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger