Keterbatasan...

19 December 2012 | comments

Husnudzhon bukan sebaga angan2. Husnudzhon harus dibarengi dengan amal sholeh nyata. Tapi kita punya keterbatasan2. Kita ingin masuk syurga tapi kita bukan ahli ibadah. Berarti tiap malam kota harus ikhlas memaafkan semua kesalahan orang. Kita ingin alam kubur kita nanti luas dan terang benderang, padahal kita tidak punya banyak hafalan AlQuran, berarti kita harusnaca AlQuran setiap hari. Kita ingin menjadi pebisnis sukses padahal kita tidak kaya harta, berarti kita harus pandai berhubungan baik dengan orang lain dan tidak hidup boros. Dst dst..
*taken from Femina Sagita`s status

A Test

| comments


Label baru

| comments

Bukaaan...ini bukan tentang label yang suka nempel di baju atau benda-benda lainnya. Tapi ini tentang label di blog ini. Ceritanya saya mo nambah label "Facebook", yang isinya status teman-teman di facebook, atau hasil copas status dari orang lain, yang saya rasa bermanfaat dan menginspirasi. Bentuknya bisa tulisan, gambar, atau apa ajah.

Sebabnya sayang aja, kalau dibiarkan lewat, tanpa disimpan dan diingat-ingat. Begitu ceritanya. Sengaja pake pengumuman, biar pemirsa ngga kaget ada channel baru...*tipi kaleee*

Ujian=stress

15 December 2012 | comments (2)


 "Hhhhh....enaknya kalau sekolah di Jepang. Ngga perlu ada ujian."
Tiba-tiba si sulung mengeluh, di suatu pagi, dalam perjalanan menuju sekolahnya.
Tumben, pikir saya. Karena selama ini, setelah dua tahun sekolah di Indonesia, dia kelihatan enjoy saja. Paling mengeluhnya ngga jauh-jauh, dari soal kebersihan sampai kebiasaan teman-temannya yang dianggap aneh dari sudut pandang dia, yang lahir dan besar di Jepang.

Saya pikir, mungkin dia stress, karena sejak duduk di kelas 6, yang namanya belajar, benar-benar full. Lah, emangnya kemarin ngga belajar? Ya belajar sih, tapi di sekolahnya dia yang semi sekolah alam, anak kelas 1-5 lumayan santai belajarnya, duduknya pun lesehan. Tapi khusus kelas 6, duduk harus di kursi, --biar kesannya serius-- dan jumlah pelajaran tambahan pun diperbanyak. Ulangan harian jadi santapan rutin. Ini saja, menjelang UAS, anak-anak dah dijejalin sama UH selama seminggu.

Hm, kebayang deh, maboknya ni anak. Mana di rumah, masih disuruh belajar lagi sama emaknya. *emak singa nih*. Yaaa, daripada dia hanya main game atau nonton tivi, kan mendingan belajar,...
Kasian juga sih sebenarnya.

Jadi inget lagi, masa-masa tu anak masuk sekolah SD di Jepang. Dari kelas 1 sampai 3, dia merasakan suasana yang menyenangkan. Secara di sana, anak-anak ngga dicecokin sama pelajaran-pelajaran yang ngga perlu. Karena kebanyakan yang dipelajari adalah skill dasar terkait moral dan kemandirian, yang tentu saja berguna untuk kehidupan mereka ketika dewasa kelak.

Moral yang diajarkan, seperti menghargai orang lain, mengutamakan kepentingan umum, menjaga lingkungan, dll. Hal ini bisa dilihat dari kebiasaan orang Jepang dari anak usia SD sampai dewasa, mereka sudah terbiasa dengan budaya disiplin, menjaga kebersihan, mengantri, tertib berlalulintas, dll.

Contoh nyata, bisa kita lihat di kejadian tsunami, Maret 2011 yang lalu. Seluruh dunia bahkan terkagum-kagum, dengan masyarakat Jepang, yang dalam kondisi sulit sekalipun, masih bisa tertib dan tidak egois. Lihat saja, tidak ada toko yang dijarah, tidak ada pencurian, tidak ada saling sikut berebut bantuan. Semua mengutamakan kepentingan bersama.

Mandiri, karena selama sekolah, mereka harus mengerjakan sendiri, pekerjaan bebersih, bebenah dan beberes. Mereka bergantian menjadi petugas yang membagikan makanan katering di masing-masing kelas. Mengatur meja, menata piring dan gelas, sampai merapikannya kembali. Mereka juga yang  menyiapkan perlengkapan belajar di kelas, memastikan lampu dan peralatan listrik dalam kondisi mati ketika meninggalkan kelas. Mereka juga yang bergiliran membersihkan wc sekolah.

Mata pelajaran di SD Jepang juga sedikit. Yang utama: Matematika (sansuu), Bahasa (kokugo), Sains (riika), dan Ilmu Sosial (syakai). Selebihnya ada Musik (onggaku), Olahraga (taiiku) dan Seni Menulis Kanji (shosya). Ujian sih tetap ada, tapi bukan UTS atau UAS, yang ada cuma semacam ulangan harian. Yang jelas, ngga ada istilah anak SD di Jepang stress karena pelajaran :D

Kapan-kapan saya tulis lagi deh, tentang sekolah di Jepang. Banyak banget yang bisa dishare :)
Saya berpikir, ngga heran Jepang bisa maju. Karena sejak dini, mereka sudah diajarkan dan dibiasakan untuk memiliki good attitude.

Kembali ke dialog saya di atas.
Saya cuma bisa jawab..
"Ya sudahlah, itukan dulu waktu kamu masih di Jepang. Sekarang, shoganai (mau ga mau), kamu harus ngikutin ritme sekolah di Indonesia. Yang jelas, Mama ngga nuntut kamu untuk juara, or punya nilai tinggi. Yang penting kamu usaha. Apapun hasilnya. Sabar ya sayang.."

Saya dan suami memang berprinsip, kemampuan akademik bukan penentu kesuksesan. Yang penting adalah, kemampuan mengenal diri sendiri, kemampuan berinteraksi dengan orang lain dan yang terutama kemampuan mengaplikasikan nilai-nilai spiritual yang diyakini. Kalau ini sudah dipegang dan dipahami dengan benar, saya yakin, manusia akan sukses bukan cuma di dunia tapi di akhirat nanti. Insya Allah.


Renovasi

13 December 2012 | comments


Rencana renovasi sebenarnya sudah lama. Berhubung adaaaa saja yang rusak di rumah ini. Kusen pintu yang hancur dimakan rayap. Genteng yang bocor. Toilet yang airnya menggenang. Banjir di teras belakang. Tangga besi yang dah copot. Plafon yang bolong gara-gara keseringan kena hujan. Sampe tikus, yang makin ke sini, populasinya kok tambah banyak saja ya.

Karena saya, ehm, yang merasa paling menderita, kalau ada tukang di rumah...*tau sendirilah, ngga bebas gitu loh, belum lagi suara-suara berisik alat-alat pertukangan*, walhasil rencana renov diunduuurrr berbulan-bulan....sampai akhirnya kesampaian juga minggu ini. Maklum, musim hujan kemaren, ini rumah, terutama di kamar saya, di penuhi dengan baskom dan ember. Yasud, palu diketok. Siap-siap panggil tukang.

Acara panggil tukang akhirnya diundur pulak, karena setelah timbang sana timbang sini, kok ya lebih sreg pake tukang insinyur aka arsitek ya. Secara renovasinya sekalian mau ngeluasin dan nambah ruangan dan ngedak sekian atap, yang berarti, akan ada pergeseran dinding dan tentu berarti akan terjadi perubahan struktur rumah, walau cuma sedikit. Pikiran saya dan suami, kalau arsitek, dia pastinya lebih paham masalah kekuatan bangunan dan juga bisa ngasih masukan dari sisi desain artistik.

Soalnya seperti yang pernah saya baca di internet dan tabloid rumah, ada beberapa kejadian, dimana rumah yang di renov, entah lantai 2 nya jadi agak ambles dan miring, sampai yang lantainya bergetar kalau dipake jalan..*serem amat*. Ya itu kan gara-gara si empunya rumah dan si tukang, main asal tambah sana, tambah sini, hancurin sana-sini, tanpa mengetahui kekuatan asal struktur bangunan. Yang penting muraaahh. Padahal resikonya tentu saja jauh lebih mahal, karena ini menyangkut keselamatan jiwa para penghuni rumah.

Ya kalau cuma ngecet, atau sekedar pasang keramik, atau benerin genteng bocor, ya pake tukang saja cukup. Lagian mangnye ada arsitek yang mau turun tangan buat ngerjain itu...hehe

Setelah usaha browsing, nyari jasa renov yang cocok, alhamdulillah, akhirnya ketemu juga.
Saya baru tahu, ada poin-poin penting yang perlu dijalanin sebelum deal sama sang kontraktor:

1. Kirim imel ke mereka, tentang apa yang kita inginkan terkait masalah renov. Plus jangan lupa, sertain pulak gambar design awal rumah kita.

2. Biasanya nanti pihak kontraktor meminta waktu untuk survey ke rumah. Melihat dan mengamati apa saja yang perlu dilakukan supaya rumah jadi bener. Survey ini gratis. Kita ngga perlu bayar.

3. Kita bisa diskusi dan minta mereka untuk membuatkan RAB (rencana anggaran biaya) terkait item-item perbaikan yang harus dilakukan.

4. Mereka akan nyerahin RAB via imel, kurleb 2-3 hari. Di situ kita bisa cek biayanya berapa. Nah, di sini kita bisa lanjutkan, mau teken deal, atau cari kontraktor lainnya.
Kalau rajin, memang sebaiknya ada beberapa kontraktor yang kita hubungi sekaligus, untuk perbandingan harga. Tapi secara saya merasa repot, jadi saya cuma cukupkan dua kontraktor saja, yang bisa saya bandingin RABnya.

5. Setelah ok dengan RAB, kita bisa minta ke mereka untuk dibuatkan gambar 3D, bagaimana penampakan rumah kita, setelah direnov. Gambar 3D ini, akan dipresentasikan oleh sang arsitek di rumah kita. Karena pake software khusus, jadi ngga bisa dikirim via imel. Pas presentasi itu, kita bisa diskusi, misalnya, bagaimana kalau posisi pintu dirubah ke bagian ujung, atau bagaimana kalau posisi tembok dimundur sekian meter. Nanti di software itu, sang arsitek akan merubah gambar sesuai keinginan kita, dan ...teraaaaa.....dalam sekejap, langsung terlihat perubahan dalam gambar tsb.
Wah, pokoknya keren deh. Saya dan suami sampai takjub melihat pemandangan 3D tersebut ^-^ *norak.com*

6. Kalau sudah puas, 1-2 hari kemudian mereka akan datang ke rumah, sambil membawa surat perjanjian  kontrak renovasi dalam jangka waktu tertentu, yang sudah ditempeli materai. Di surat itu juga dituliskan, DP dan termin pembayaran sekian waktu yang harus kita lunasi. Biasanya pembayaran tersebut disesuaikan dengan progress renov.

Oiya, selama proses renov, kita juga bisa milih, mau tetap tinggal di rumah, atau hijrah alias ngontrak ke rumah lain. Kalau saya milih bertahan, karena ngga mau repot...hehehe. Walaupun tetep aja repot sih..secara kita hijrahnya ke lantai 2. Karena punya tiga balita, kudu penuh perjuangan juga, untuk bisa menahan mereka, ngga ngelayap ke bawah. Teteeeuup aja ada repotnya.
Yah, namanya juga hidup, ya memang penuh kerepotan, atau bahasa kerennya, penoeh perdjoeangan ^-^: Bener kan??





Renang yuuuukk :)

11 December 2012 | comments (26)



Sejak diajak renang sama teman, saya jadi semangat, ngajakin teman-teman untuk ikutan renang. Kapanpun dimanapun, yang diomongin renang teruuuuss. Sampe-sampe seorang teman saya nyeletuk,"Bosen ah, dia mah ngomongnya renang mulu.."
Hahaha, ternyata pemirsa bisa bosen juga ^-^V

Ngomong-ngomong, kenapa saya sampe heboh banget sama urusan renang ini? Ngga lain dan ngga bukan sodara-sodara, ada buaaanyaaakkkk sekali manfaat olah raga yang satu ini. Asal tau saja, umumnya penyakit-penyakit berat yang menimpa emak-emak lanjut usia, cuma bisa disembuhin sama renang loh (tentu saja dengan izin Allah SWT). Contohnya, tuh di tempat renang saya, sebagian adalah wanita di atas 40-tahun, yang punya penyakit macam-macam. Dari nyeri sendi, osteoporosis, asma, obesitas sampe penyakit kardio (jantung, darah tinggi, stroke).

Pas lagi renang, kadang-kadang kan istirahat sejenak tuh di tepian kolam. Entah berapa kali saya ngobrol dengan ibu-ibu tua yang curhat, karena dipaksa berenang sama dokternya. Karena, ya itu tadi, menurut sang dokter, kalau mau cepat sembuh, ya harus sering berenang. Padahal nih, si ibu-ibu itu, banyak yang takut sama air. Tapi demi sembuh...ya apa boleh buat..dijabanin juga deh nyemplung ke kolam. Tentu saja ngga sendirian. Tapi dipandu dan dilatih gerakan-gerakan yang aman, oleh guru renang.

Saya sendiri, yang alhamdulillah, belum masuk kategori lansia *ehm, bangga bener yak* dan syukurnya, ngga punya penyakit apapun, sudah ngerasain manfaat yang buaanyaaaakk, dari ngikutin renang secara rutin.

Pertama, saya ngga pernah masuk angin lagi. Secara saya termasuk emak-emak yang gampang tumbang. Kena ac dikit, langsung masuk angin, plus hoek-hoek. Padahal tiap malem, tidur kudu pake ac, berhubung tiga balita saya ngga bisa bobo tanpa ac. Lah emaknya pun terpaksa berkorban, walhasil saya jadi rutin  masuk angin :( Tapi sejak ikut kursus renang, mo seharian pake ac, saya tetap kuat euy...alhamdulillah...ini juga ngga nyangka, jadi kebal sama ac :D

Kedua, posisi badan saya jadi tegak dengan sendirinya, kayak atlet itu looh ^-^ *pletaak, eh ada penonton yang nimpuk nih* .....Bukannya narsis bin geer. Tapi beneran, posisi badan saya lebih tegak dari sebelumnya. Kalo dulu kan agak-agak merunduk gitu...*pohon kaleee*

Ketiga, saya jadi berani mandi air dingin...--eh ini masuk poin manfaat ngga ya?-- udeeeehh, anggap aja iya. Soalnya saya orangnya paling takut kena air dingin. Sejak renang, mandi air angetnya ngga terlalu sering, secara saya dah biasa berendam di air dingin lebih dari satu jam ;)

Keempat, fyi untuk yang muslimah, renang itu termasuk sunnah Nabi loh. Jadi kalau kita rajin renang, berarti kita dah dapat pahala ngikutan sunnah. Keren kaaaan....sehat dapet, pahala juga dapet :D

Kelima, saya merasa lebih kuat dan tahan lama...*kayak iklan batere*. Maksudnya, kalo pas lagi main badminton, sejam juga saya bisa lakuin. Padahal dulu, pas main bareng anak saya, baru 10 menit saya dah minta udahan, karena kecapean. Tapi sekarang?? Wow, anak saya aja sampe terkagum-kagum, ngeliat emaknye makin perkasa ^-^

Oke deh, sementara itu dulu. Sebenarnya manfaat bukan cuma lima aja. Berhubung itu doang yang bisa saya pikir-pikir, timbang-timbang dan putuskan untuk ditulis.

Mumpung belum terlambat alias mumpung masih muda,...yuuuk berenaaaanngg... :))



******

Buat yang nyari kolam renang khusus muslimah, berikut listnya yang saya rangkum dari hasil googling. Semoga bermanfaat yak :)


JABODETABEK

1. House of shafa
Jl. Tebet Timur Dalam Raya 57, Jakarta Selatan
021- 8370 3220

Laki-laki di atas 7 tahun dilarang masuk ke area kolam renang yang buka setiap hari, buka dari jam 08.00-18.00. Kolam renang hanya untuk perempuan.

2. Al Jannah 
Kompleks Gudang Peluru Blok B 1 No. 4
Phone 021 - 831 1157

Laki-laki di atas 8 tahun dilarang masuk ke area kolam renang yang buka setiap hari, dari jam 07.00-21.00. Tapi ada waktu khusus yang disediakan untuk kaum pria dewasa, yakni setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu, dari jam 18.00-21.00.
Ukuran kolam renang 8 x 9, plus kolam anak2 ukuran 3 x 4 m.

3. Al Hakim
Jl. Anugerah Raya No. 107 Jatiwaringin, Pondok Gede
Phone 021 - 846 3916

Laki-laki di atas 8 tahun dilarang masuk ke area kolam renang yang buka setiap hari, dari jam 07.00-21.00. Tapi ada waktu khusus yang disediakan kaum pria dewasa, yakni setiap hari, dari jam 16.00-18.00.
Ukuran kolam renang 10 x 20 m, ditambah kolam anak2 ukuran 10 x 6.

4. Komplek Barata
Kolam renang Komplek Barata, 
Jl Raden Saleh, Karang Tengah, Ciledug. 
 Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Jumat.

5. Griya Tugu Asri
Perumahan Griya Tugu Asri Depok.
Jln. RTM, Kelapa Dua Depok
Kolam renang umum, tapi ada hari khusus untuk perempuan, yaitu Selasa (07.00-18.00) dan Jumat (07.00-12.00)

6. Karimah Swimming Pool
Kawasan Kavling Pertamina, Jalan Raya Cinangka No, 23, 
Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat
Kolam renang khusus muslimah.
Buka setiap hari dari jam 08.00 sampai dengan 17.00,
dengan tiket masuk sebesar Rp 25.000,-/orang

7. Taman Keluarga
Jl.Letda Natsir no.99 Ciangsana
Jatiasih-Cibubur

Kolam renang khusus muslimah dan balita
Kontak Ibu Anisa Firdaus 08111772999

8. Kolam Renang Yayasan YAPIDH 
 Jati Asih, Bekasi
Tlp 021 82410887
Kolam renang umum.
Ada hari khusus muslimah.

9. Kolam Renang Khusus Muslimah ACM
Jl. Lingkar Selatan, Baru Asih, Muncul
Tangerang Selatan
Kolam renang ini khusus muslimah.
Info lengkap plus foto silakan klik di sini

*************

BANDUNG

Al Maksoem
Jl. Raya Cipacing KM 20
Phone 022 - 7065 0215 

  
Kolam Renang Islami Ciherang Indah
Jalan Raya Banjaran-Soreang No. 152
Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung
Kolam laki-laki dan perempuan terpisah.
Khusus sabtu-minggu, sekat antar  kolam dibuka.
Buka dari 07.00-17.00. Tiket Rp 8.000

Kolam Renang Muslimah 
Cisantren Kulon RT 4 RW 11 Kota Bandung

**************

SURABAYA

Kolam Renang Fatmaba
Jalan Jemursari VI nomor 16. telpon 8438506 htm Rp 20.000

Kolam Renang Muslimah 
Sport Centre Al Hikmah
Jalan Kebonsari Elveka 
07.30 s.d jam 12.00 untuk wanita, dan jam 15.00 s.d 22.00 untuk pria.
Tiket Rp 20.000

**************

JOGJAKARTA

1. Kolam Renang Salsabila
Jl. Seturan kompleks TK Budi Mulya
Tiket Rp 9.000
Buka tiap hari jam 06.00 - 20.00.
Jadwal Renang Khusus Putri di Salsabila :
Senin: 14.30 – 20.00
Rabu: 15.00 – 20.00
Kamis: 16.00 – 20.00
Jumat: 11.00 – 16.00

2. Depok Sport Center
Setiap hari Kamis – Sabtu pada jam-jam tertentu.

3. Kolam Renang Umbang Tirta
Setiap hari Jumat mulai dari pukul 12.00 hingga sore hari.

4. Kolam Renang Nafi'
Raudhatul Athfal Jamilurrahman As-Salafy
CP 0852 4587 0009
Website: http://ummu-kholil.blogspot.com/



Source:
https://plus.google.com/112974464355863931110/posts/9C9jbByVBKc
http://sekolah-sepanjang-masa.blogspot.com/2011/12/kolam-renang-muslimah-di-sport-centre.html
http://ekspresimuslimah.blogspot.com/2011/01/renang-di-salsabila-swimming-pool.html
http://studyinjogja.com/jam-renang-khusus-putri 
http://austi-fawzy.blogspot.com/2012/03/kolam-renang-khusus-wanita.html
http://ourbeauty.wordpress.com/2011/10/01/kolam-renang-khusus-perempuan/
http://indonetwork.co.id/tamankeluarga/2233272/kolam-renang-khusus-wanita.htm
http://catatandariantartika.wordpress.com/tag/kolam-renang-muslim/

Kembar Lima

10 December 2012 | comments


Tadi sore nonton Discovery Home and Health. Ceritanya tentang keluarga dengan anak kembar lima. Di tayangan itu diperlihatkan bagaimana kesibukan sang mama mengurus kelima bayi kembarnya, di minggu-minggu pertama setelah kelahiran mereka.

Saya ngga nonton dari awal. Saya cuma memperhatikan, betapa sibuknya sang ibu, yang jam demi jam, hari demi hari, merawat, mengurus, mengasuh, kelima bayi tadi, hanya sendirian. Yak...SENDIRIAN saudara-saudara. Adapun suaminya, hanya bisa ikut membantu di malam hari, setelah pulang kerja. Tapi jelas-jelas, sebagian besar, sang ibulah yang menghabiskan waktunya untuk kelima kembar itu. Diperlihatkan kerepotan pas lagi memandikan, memakai baju, menyusui dengan tiap tangan memegang dua dot *karena tangannya cuma dua, berarti ada satu bayi yang harus ngantri...duuh*, belum lagi acara cuci mencuci baju, yang jadi lima kali lipat lebih banyak, dan tentu saja, cucian dot-dot yang tiap tiga jam sekali, sudah harus tersedia untuk dipake.



Hm, jadi teringat, masa-masa saya harus membesarkan si "kembar" yang beda setahun.  Plus kakaknya juga deng, waktu masih di Jepun dulu. Sehari-hari waktu  memang habis, untuk ngurusin mereka. Tiap tangan megangin dot. Nyuapin juga sekaligus. Belum cucian baju bayi, yang perasaan banyak banget yak, yang akhirnya ngga pake acara di seterika....Saking numpuknya :D Awal-awal sih rajin setrika, tapi lama-lama karena dah kecapean, akhirnya sesi setrika terpaksa dihilangkan dengan senang hati. Soalnya tugas lama, yaitu ngurusin Epak n Kakaknya, juga ngurusin setiap jengkal rumah, masih tetap harus dilakonin. *Yaiyalah, masak mo pake pembantu..., bisa bangkrutlah kita. Secara gaji pembantu di Jepun, sama kayak gaji pegawai kantoran #_#;*

Kemana-mana, terutama pas main ke rumah teman, atau pas jadwal imunisasi, atau pas jalan-jalan ke taman, saya kudu mbawa ni kembar berendengan. Yang paling kecil digendong pake gendongan bayi, dengan letak badannya di punggung saya, seperti ransel, dan yang satunya, didorong pake baby car. Atau kalau lagi sepedaan, yang kecil tetep digendong di belakang, sedangkan satunya, duduk di goncengan belakang. Wuih, pokoknya heboh banget. Itu belum termasuk persiapan menuju keluar rumah loh yah. Dari nyiapin tas gembolan yang isinya perlengkapan perang: pakaian ganti 4 stel, pampers, dua botol susu, termos air panas, susu bubuk sachet, selimut, alas ganti pampers. Sampe nyiapin/pakein baju itu bayi dua biji :D 

Beberapa kali kejadian, pas mau berangkat,...eeeehh.....ada yang BAB. Waduh, jadi panik dah emak. Apalagi kalo pas musim dingin. Ck..ck..ck...hebohnya. Karena baju yang dipakein ada 4 lapis, belum termasuk sarung tangan, kaus kaki tebal, sama topi wol yang nutupin sampe telinga.

Itu dulu, kejadian dua tahun lampau. Sekarang?? Alhamdulillah, walau jumlah bayi bertambah, tapi saya tidak perlu secapek kemaren. Sekarang mah dah nikmat banget. Tinggal di negeri sendiri, yang makanannya berlimpah dan tinggal angkat telepon kalau lagi laper. Sesi nyuci n beres rumah juga dah ada yang kerjain. Si emak sekarang dah bertransformasi jadi cinderella, bukan upik abu lagi...hehehe. Jadi ceritanya, saat ini cinderella tugasnya cukup fokus merawat sang pangeran, dan keempat anak mereka....

*******

Perdjoeangan seorang ibu memang sangat berat dan payah. Di jaman sekarang, mungkin lebih mudah karena kecanggihan teknologi, banyak alat-alat rumah tangga dan perlengkapan bayi yang serba praktis. Ngga kebayang bagaimana perdjoeangan ibu-ibu masa lalu, yang bahkan untuk memasak nasipun, perlu proses yang panjang. Yang popok bayinya pun masih jadul, ngga ada judulnya sekali pakai seperti pampers. Yang nyuci juga harus pake tangan. Yang masak juga masih pake kayu.

Jadi.....bersyukurlah menjadi ibu masa kini. Ngga usah mengeluh. Lihatlah ke atas. Contohnya tuh, ibu dengan bayi kembar lima, atau lihatlah ke jaman foto masih hitam putih, jaman ibu kita membesarkan anak-anaknya....

#lagi negur diri sendiri, yang kadang-kadang masih suka merasa capek, ngurusin tiga balita...#


Sugesti...

05 December 2012 | comments


Pagi ini saya kursus renang yang ke-15 kali. Alhamdulillah, gaya katak dah lewat. Sekarang masih belajar bagian akhir dari gaya bebas. Kalo sebelum ikut kursus sih, yang ada gaya batu. Masuk ke air, langsung melesat ke dalam kolam alias kelelep ^-^;

Sebenarnya belajar renang itu gampang. Asal punya semangat dan duit (untuk bayar suhu). Oiya satu lagi yang paling penting, harus punya piktif or pikiran positif. Piktif inilah yang melahirkan sugesti. Sekalinya piktif ini hilang, maka otomatis sugesti juga turun drastis.

Contohnya, saya pagi ini, entah kenapa karena lagi banyak pikiran *ceile*, jadi susah banget konsen. Yang ada di pikiran saya,"Duh susah banget, kayaknya ngga akan bisa deh..". Walhasil, - -gara-gara pikiran negatif tadi-- selama latihan, saya salah mulu. Belum nyampe 4 meter, dah mangap-mangap kayak ikan keabisan napas. Akhirnya, daripada tenggelam, saya pake gaya katak lagi untuk menyelamatkan diri..*kayak yang lagi berenang di laut aja..padahal kolamnya cuma 2 meter #_#;* Belum lagi efek sampingnya, nenggak air kolam yang isinya campur-campur, tapi ngga rasa es campur.

Begitu kursus selesai, saya tetap ngetem di kolam. Penasaran banget, kenapa hari ini kok saya performancenya jelek banget. *mangnye seleb apa yak*. Saya coba hipnotis diri saya. Fuuuhh, saya tiup ke dalam kepala, ngeyakinin kalau saya sebenarnya dah bisa gaya bebas, minimal 7 meteran lah. Dan...ternyata bisa tuh. Ngga keminum air, dan badan tetap ngambang seperti biasa, tidak terpengaruh sama gaya katak yang dah duluan nemplok di otak.

****
Sugesti, memang berpengaruh besar terhadap kehidupan seseorang. Ketika seseorang tidak memiliki sugesti yang bernuansa kebaikan, maka sugesti negatiflah yang akan muncul di dalam dirinya.
"Saya bukan suami yang baik..."
"Saya sulit menjadi ibu yang sabar..."
"Saya tidak akan bisa sembuh dari penyakit ini..."
"Saya memang bodoh..."
"Saya perokok berat, dan tidak akan pernah bisa lepas dari rokok.."
"Saya anak yang malas..."
"Saya sulit memaafkan kesalahannya..."
"Saya memang tidak berbakat jadi pengusaha..."
"Saya tidak akan pernah berhasil..."
dst...dst...

Jika setiap hari, setiap saat kita berpikir seperti di atas, maka kita TIDAK AKAN PERNAH berubah.
Tapi, jika SETIAP SAAT, kita berpikir kebalikan dari yang di atas, maka insya Allah, kita AKAN berubah. Jangan pernah ngarepin ada keajaiban yang ujug-ujug bisa membuat kondisi kita berubah. Hidup bukan sinetron dan bukan film. PIKIRAN KITA SENDIRILAH yang akan membuat segala sesuatunya berubah.

Ada kisah dua pasien, yang menderita penyakit yang sama yang disinyalir sulit untuk disembuhkan. Kedua-duanya diberikan obat berupa kapsul yang sebenarnya tidak ada isi sama sekali. Lalu mereka diminta minum obat tersebut secara teratur dalam selang waktu yang ditentukan. Setelah obat tersebut habis, kondisi kedua pasien tersebut diteliti. Hasilnya menakjubkan, salah satu pasien dinyatakan sembuh. Sedang yang satunya tidak. Ketika tim peneliti menyebutkan, bahwa mereka sebenarnya tidak minum "obat", tetapi hanya kapsul yang kosong, kedua pasien tersebut terkejut. Pasien yang sembuh berkata, bahwa ia selalu berpikiran, ia pasti akan sembuh dengan obat tersebut. Sedangkan pasien yang satunya berkata, bahwa ia selalu berpikiran, ia tidak akan sembuh dengan obat apapun, karena ia menderita penyakit yang sulit disembuhkan.
Dan yang terjadi, memang seperti apa yang mereka pikirkan.

Jadi, jangan biarkan pikiran kita teracuni dengan hal negatif. Awali selalu dengan berpikir positif dan penuhi dengan hal-hal yang bersifat positif.
Input (+) hasil (+), Input (-) maka hasil (-)

****

Kembali ke laptop.

Belakangan saya sadar, kenapa setiap berhadapan dengan guru renang, saya selalu keder. Tapi kalau pas lagi ngga ada guru, saya bisa berenang dengan baik dan benar. 
Hm, sugesti..sugesti...Mbok ya muncul pas lagi berguru sama suhu gitu loh. Biar sang suhu tau, muridnya yang satu ini sebenarnya adalah murid yang tekun, baik hati dan tidak sombong ^-^V

*ini foto kolam renang di griya tugu asri. tempat bersejarah untuk saya, yang setelah 3 dekade hidup, baru berani ngelayap di kolam yang dalem...*bangga.com*...ayo...ayo...mari belajar renang :D kalo saya aja bisa, apalagi kamu .... 8)

foto copas dari sini





Hebatkah Jepang? (2)

| comments


 Di Jepang, kereta jarang sekali ada keterlambatan. Kereta datang dan pergi persis seperti waktu yang tertera di jadwalnya. Biasanya kalau ada keterlambatan, orang pasti menyangka penyebabnya adalah insiden bunuh diri. Dan otomatis, penumpang kereta bakal nggerundel minimal dalam hati, kenapa pula mesti ada insiden seperti itu, yang mengacaukan aktifitas orang banyak. Saya pun pernah mengalami kejadian ini.

Ceritanya waktu itu, kami sekeluarga mau menuju ke airport Narita, karena pagi-pagi pesawat akan take-off menuju Indonesia. Waktu tempuh ke airport, sekitar 2,5 jam. Entah kenapa, hari itu kita pede saja memilih naik kereta yang jadwalnya mepet dengan jadwal boarding. Biasanya sih, kita naik kereta, dengan jadwal yang lebih awal, supaya pas nyampe di airport, kita masih bisa santai-santai. Ternyata benar deh, kejadian. Di tengah perjalanan, kereta tiba-tiba berhenti, karena ada orang stress --yang niat bunuh diri-- sedang berlari-lari di jalur kereta karena dikejar petugas yang sudah duluan mergokin niat jeleknya itu.  Duh, kami panik luar biasa. Syukurnya, kami bisa sampai di narita dengan waktu yang sangaaaaaatt mepet. Bayangkan, semua penumpang sudah masuk. Tinggal saya dan si kecil yang tertinggal, Dan untungnya pesawat masih mau menunggu. Tapi benar-benar saya dan si kecil harus lari marathon menyusuri loket-loket, dan dibolehkan melewati pintu khusus awak pesawat :D Sungguh pengalaman tak terlupakan. Kisah kumplitnya bisa dibaca di sini.

Selain tingginya angka bunuh diri, Jepang juga punya catatan dalam masalah kriminal, terutama kasus pembunuhan. Di negara lain, atau di Indonesia, pembunuhan sering terjadi karena masalah ekonomi. Tapi di Jepang, siapa saja bisa jadi pembunuh. Karena penyebabnya, tidak lain dan tidak bukan adalah stress.

Seorang ibu rumah tangga ditemukan tewas dengan luka tusukan, setelah membukakan pintu untuk orang yang tidak dikenal. Wanita muda dimutilasi oleh tetangganya sendiri, seorang pria eksekutif yang dikenal ramah. Seorang pria tiba-tiba menusuk sejumlah orang yang sedang berlalu lalang, di kawasan elektronik ternama di Tokyo. Sebuah truk besar tiba-tiba menerobos ke jalur khusus pejalan kaki dan menabrak sekian orang di jalur tersebut.

Itulah sejumlah kasus, yang pernah saya lihat beritanya di tv.  Adapun peristiwa perampokan, pencurian, ataupun pemerkosaan, dari pengamatan saya, sangatlah sedikit. Dan kalaupun ada, jarang sekali ditemukan korban jiwa. Karena kriminalitas jenis ini, sepertinya sedikit sekali peminatnya. Maklum, di Jepang, hukum amat sangat ditegakkan dan tanpa pandang bulu. Walhasil, sedikit sekali orang yang "dengan sadar", mau melakukan tindakan kriminal. Kecuali orang yang benar-benar kondisinya sedang "tidak sadar" atau stress super berat.

Nah, justru di situlah sisi yang menyeramkan dari kehidupan di Jepang. Ketika anda sedang berjalan-jalan di pusat pertokoan, atau ketika anda sedang di rumah, tiba-tiba seorang pembunuh bisa saja muncul di hadapan anda. Karena anda tidak mengetahui dan sulit membedakan secara kasat mata, mana orang yang sedang stress, mana yang tidak.

Lantas,  kenapa orang Jepang bisa se-stress itu sampai sering memilih untuk bunuh diri?
Dalam satu seminar Islam di mesjid Turki, seorang profesor asal Jepang yang memiliki interest tinggi terhadap Islam, mengatakan satu hal. Masyarakat Jepang sering memilih mengakhiri kehidupannya dengan bunuh diri. Karena, mereka tidak memiliki tempat untuk menyandarkan diri. Mereka tidak memiliki sesuatu yang bisa diharapkan untuk menyelesaikan masalah mereka. Atau intinya, karena mereka tidak percaya adanya Tuhan.


Hebatkah Jepang? (1)

03 December 2012 | comments (1)



Ya, Jepang memang hebat. Seluruh dunia mengakuinya. Dari sisi teknologi, nyaris sulit mencari negara yang bisa menandinginya. Teknologi Jepang menyentuh hampir seluruh bidang kehidupan manusia. Sampai yang sepele, yaitu urusan toilet. Hal yang sangat biasa di Jepang, toiletnya menggunakan mesin otomatis, untuk urusan bersih-bersih bagian bawah tubuh. Dan toilet canggih seperti ini, ada dimana-mana, di apartemen tempat saya tinggal, perkantoran, rumah sakit, dan pertokoan. Toilet seperti ini, sering muncul di liputan tv asing, yang belakangan saya tonton setelah pindah ke Ina. Tapi maaf, kali ini, saya bukan bercerita, mengenai kehebatan teknologi per-toilet-an di Jepang. Nanti deh, kalau sempat, saya tulis edisi khusus tentang toilet ini. (maklum, pengunjung setia toilet ^_^)

Saya, mungkin juga sebagian besar kita, sangat kagum dengan negara satu ini. Apalagi buat orang yang sudah pernah kesana, atau menetap, yang terkenang pasti semua sisi baik dari kehidupan mereka. Dan akhirnya, muncul sindrom berupa sikap membanding-bandingkan dengan negara sendiri.

Saya pun terkena sindrom ini. (coba deh baca tulisan-tulisan saya, terutama masa-masa dimana saya baru hijrah ke Ina). Untuk mengimbanginya, saya selalu menekankan ke diri saya untuk tidak subjektif. Bagaimanapun, Jepang tidak selalu hebat. Toh tidak ada yang sempurna di dunia ini. Dibalik kehebatannya, tetap tersimpan sisi-sisi gelap. Contoh nyata yang sering muncul di berita, adalah tingginya angka bunuh diri di Jepang. Salah satunya disebabkan oleh kasus ijime, atau bullying, di sekolah-sekolah. Yang sepertinya hampir setiap tahun, selalu menjadi isu utama di kalangan orangtua, guru, dan anak-anak bahkan pemerintah dikabarkan ikut turun tangan, saking sulitnya menghilangkan tradisi satu ini.

Kalau di Indonesia, mungkin seperti kasus tawuran antar pelajar ya. Bedanya, di Jepang, anak korban bullying yang membunuh dirinya sendiri. Kalau di Ina, korbannya ya karena dibunuh anak lain.
Selain karena ijime, penyebab lainnya adalah stress. Yang aneh dan lucu, rata-rata orang Jepang memilih bunuh diri di tempat-tempat umum. Yang paling menjadi tempat favorit, adalah rel kereta. Terutama di jam-jam sibuk. Semakin strategis rute kereta, maka semakin favoritlah tempat itu. Contohnya, Chuo Line, kereta dengan rute yang melewati kawasan pusat Tokyo. Jalur satu ini termasuk top rate di kalangan pebunuh diri.

Imbasnya, ketika ada orang yang nekat merelakan tubuhnya dilindas, maka kereta akan berhenti mendadak, dan walhasil, seluruh rute perjalanan di jalur tersebut menjadi terganggu. Ya, karena petugas kereta, harus membersihkan, ehm, sisa-sisa jasad yang menempel di rel ataupun di badan kereta. Iih, ngeri.
Untung saya belum pernah melihat langsung kejadian itu. Beda dengan teman saya yang pernah melihat dengan mata kepala sendiri, peristiwa menyeramkan itu. Yang akhirnya, membuat dia menjadi trauma setiap naik kereta.



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Refleksi Kehidupan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger