MUSIBAH

03 January 2020 | comments (1)



Awal tahun, dipenuhi berita musibah banjir dimana-mana. Ada yang kehilangan harta benda bahkan sampai menimbulkan korban jiwa.

Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiun.

Ngga ada yang tau, kapan musibah datang menghampiri.

Yang jelas semua kesakitan, kesedihan, dukacita, PASTI jadi penggugur dosa. Dan ada pahala yang menyertai bagi yang bersabar.

Allah Maha Baik.
PASTI ada kebaikan dari semua ketetapan-Nya.
Semenyakitkan apapun kejadian dan peristiwa yang dirasakan manusia, ada HIKMAH KEBAIKAN di dalamnya. Plus balasan berlipat dari-Nya bagi mereka yang menjaga kesabaran.

Untuk teman, saudara dan semua yang terkena musibah banjir, semoga Allah berikan selalu kesehatan, keselamatan, kesabaran, kelapangan hati dan rejeki yang berkah.

Semoga banjir segera surut dan dapat segera tertangani dengan baik.

#refleksi
#quoteoftheday
#renunganjumat

Refleksi Tahun Baru

| comments




Menginjak hari ke 3 di tahun 2020...
Hari yang tidak ada bedanya dengan beratus-ratus tahun sebelumnya...
Yang berbeda, cuma perbuatan kita, semakin membaik atau memburuk...

Tiga hari sudah berlalu di tahun yang baru...
Masih tersedia 11 bulan 28 hari untuk sampai ke tahun berikutnya...
11 bulan 28 hari yang kita tidak tahu, adakah kita bisa melaluinya masih di alam yang sama, atau alam yang berbeda...

Seperti mereka, yang sudah 'berpulang' di tahun 2019 bulan sekian...
Adakah mereka tahu, saat melalui malam tahun baru 2019,
kalau kelak satu masa di deretan 12 bulan, di tahun tersebut,
status mereka berubah menjadi penghuni alam barzakh, bukan penghuni dunia lagi?

Adakah mereka tahu, di antara 12 bulan tersebut,
nama mereka tercantum sebagai nama yang akan didatangi malaikat maut?
Adakah mereka tahu, nyawa mereka akan diambil, di detik sekian, menit sekian, jam sekian, tanggal sekian, bulan sekian ?
Adakah mereka tahu, bahwa nafas mereka akan dihentikan tiba-tiba di saat yang tidak pernah mereka sangka-sangka?

Adakah mereka tahu, bahwa di tahun itu, akan menjadi tahun dukacita bagi orang-orang terdekat mereka?
Adakah mereka tahu, bahwa bulan itu adalah bulan terakhir yang bisa mereka lalui?
Adakah mereka tahu, bahwa minggu itu adalah minggu terakhir mereka menikmati kesenangan dunia?
Adakah mereka tahu, bahwa hari itu akan menjadi hari terakhir mereka berkumpul bersama orang-orang terdekat?

Dan kini, kita....yang masih ada kesempatan menikmati pergantian tahun....
Akankah kita seperti mereka??
Akankah di antara 11 bulan 28 hari mendatang, nama kita termasuk nama-nama yang terdaftar sebagai calon penghuni alam barzakh??
Saat tidak ada lagi kesempatan untuk meminta maaf, membersihkan hati, melakukan kebaikan, melaksanakan ibadah.....

Sungguh, pergantian waktu adalah pertanda...
Pertanda semakin dekatnya posisi kita menuju satu tempat...
Satu tempat yang kecil dan sempit, yang diatasnya diletakkan nisan yang tertuliskan nama kita...
Satu tempat yang membuat orang-orang terkasih kita, menangis dan berduka...
Satu tempat yang kita tidak pernah tau, apakah tempat itu menjadi tempat yang nyaman atau menakutkan bagi jasad kita...

****************

"....Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (3:185)

Rasulullah saw. bersabda, “Kubur merupakan salah satu taman dari taman-taman surga atau salah satu lembah dari lembah neraka.”

Year End

24 December 2019 | comments (1)






"Gimana, mau ke Lombok? Apa Belitung aja?".
Pertanyaan yang sama.
"Atau ke Jogja lagi? Mau?"

Ah, saya tetap menggeleng. Akhir tahun, anak-anak dah libur. Paksu pun dah ambil cuti. Saya yang memang dasarnya ngga punya jiwa travller, sama sekali tak tergerak, untuk bepergian ke sana kemari. Kalau orang lain mah seneng banget liburan, kalo saya kok biasa-biasa aja ya. Hehe. 

"Bersyukur loe Mak, orang lain pengen jalan ke sana kemari, ente malah ngeluh diajakin liburan sama keluarga."

Celetukan temen dekat, saat saya curcol kalo paksu suka maksa-maksa libur kesana kemari.
Iya sih, saya bersyukuuuur banget. Alhamdulillah, ada kesempatan dan fasilitas untuk ngerasain liburan.

Buat saya sih, asal bisa ngetik, ngerjain hal-hal yang disukai, walau hanya desain di hp, maenin warna, baca blog orang, sambil minum teh anget, itu mah dah lebih dari cukup.

Seorang temen malah terkaget-kaget pas saya ngaku ngga terlalu suka travel or jalan-jalan. Bahkan yaa, seandainya tiket keliling dunia ditawarin ke saya, respon saya biasa-biasa aja tuh. Hehe.

Mereka yang pernah ketemu  saya langsung, pasti ngga percaya, kalo saya lebih seneng duduk diem manis, ya ngga harus di rumah , di kafe, di hotel pun takpe.

Intinya, saya bisa menikmati hidup, menyesap air hangat tanpa ada gangguan.

Ya, akhirnya hari ini saya terdampar di sini. Di hotel bintang empat di pelosok Bogor. Paksu akhirnya nyerah ngeliat istrinya yang ngotot ngga mau liburan jauh-jauh.

Cukup menghirup hawa kamar, aroma bantal khas hotel yang empuk dan harum, plus wangi udara pepohonan, rasanya dah bahagiaaaa banget. Lingkungan sekitar hotel yang memang masih banyak pohon-pohon dan tanaman-tanaman hijau bikin adem banget ngeliatnya. Dari balik kamar yang keliatan cuma yang ijo-ijo. Dan yang paling bikin saya betah, apalagi kalau bukan breakfast dengan menu macem-macem yang ngga bikin bosen.

Cukuplah dua malam tiga hari, ngabisin waktu di sini. Sementara paksu dan krucil mengexplore hotel dan sekitarnya, saya tetap santai di kamar menikmati kesendirian sambil menghirup aroma khas dan wangi interior kamar. Memeluk bantal yang super empuk sambil tenggelam berkemul dalam selimut super tebal.

Ah, what a wonderful life.

Sebenarnya, sesekali seperti ini ngga apa-apa. Tapi saya yakin, kalopun tiap hari saya jalanin hidup seperti ini, pasti saya ngga betah juga. Hehehe.

Saya memang tipe pembosan. Ngga melulu pengen rame. Tapi ngga melulu juga pengen sendirian. Kalau terlalu lama sendirian, malah gampang sakit. Saya malah nemuin charger justru di tengah keramaian. 

Mudah-mudahan satu hari nanti bisa ketemu aktifitas rutin yang pas dan ngga bikin sakit kepala, hati dan pikiran. 

Seperti setahunan ini, refleksi sejenak, saya baru sadar terlalu kejam dengan diri sendiri.  Mengexploitasi berlebihan sampe bukan hanya fisik yang jadi korban, psikis pun juga kena. Untung banget punya keluarga dan lingkungan yang full support. Kalo ngga ada mereka, mungkin saya sudah lewat.

Hari-hari belakangan saya biarkan berjalan melambat. Tanpa target apapun. Tanpa kerja apapun. Just let it flow.

10 December 2019 | comments



Indonesia, kadang bikin bangga, kadang bikin haru, kadang bikin malu. Yup, tingkah laku warga dan pemerintah negara berflower ini (termasuk yang nulis), yaa...begitulah.
Yang jelas, seburuk apapun kondisi negara +62 ini, I still love it.

Ini ada tulisan menarik, saya dapat di fb. Penulisnya pak Aad. Akun fbnya: Aad.
Selamat menyimak :)

****


BANGSAKU DALAM PUSARAN ANTAR BANGSA

Bis yang kutumpangi baru saja satu jam berangkat dari Bir Ali, tempat miqat ihram, ketika pak supir yang Pakistani tampak marah-marah lewat handphone. Ku tak tahu apa yang ia ributkan... Beberapa kali kata "Andunisi" dia ucapkan...

Aku bertanya pada amir perjalananku : apa gerangan yang ia berangkan ? Jawaban pembimbing Umrahku itu mencengangkanku :

"Pak, jama'ah asal Indonesia itu jadi rebutan di sini. Kita bangsa yang ramah, lebih tertib, mudah diatur dan nggak banyak komplain... Tadi dia marah-marah kepada manajernya karena jarang kebagian mengantar jama'ah Indonesia. Padahal supir lain telah berkali-kali dapat jatah "Andunisi". Dia merasa diperlakukan tak adil..."

Lama aku terdiam... Ku putar kembali ingatan lima hari di Madinah, ketika ada puluhan bangsa berkumpul di Masjid Nabawi setiap kumandang adzan : Pakistan, India, Turki, Bosnia, Chehnya, Mesir, Sudan, Mauritanianya, Indonesia... Ada yang tampak kumuh... Ada yang berserakan di pelataran masjid, dan berantakan... Ada yang melangkahi bahu-bahu dalam shaff tanpa ijin... Ada yang memaksa menyelip di shaff yang sudah padat... Ada yang tak mau tahu akan hak orang lain di Raudhah...

Tapi itu bukan bangsaku... Bangsaku, yang sering aku keluhkan  perangainya di negeri sendiri, adalah mutiara berkilau di negeri orang : akhlaqnya terpuji... Mungkin bangsa Turki adalah pesaing beratnya dalam tertib, disiplin dan teamwork... Nuansa Eropa memang mereka punya, dan tampak lebih well-educated...

Aku memang harus belajar bersyukur tentang bangsaku sendiri. Walau masih banyak hal yang begitu menjengkelkan, tapi harus diakui dan disyukuri bahwa kita telah banyak berubah... Dalam kancah dakwah antar bangsa, ku ingat dulu betapa bangsa ini dianggap pecundang : under-qualified dalam kelayakan keilmuan dan ruhiyyah, kumpulan para du'at muda yang tak hapal juz 30 dan banyak bercanda...

Dalam perkemahan-perkemahan dakwah Internasional, kita seakan diundang lewat wild card, karena tak memiliki syarat minimal. Kita tetap diundang, karena gairah dan manuver dakwahnya luar biasa, walau tetap dengan ciri khasnya : cengengesan... Almarhum ustadz Rahmat Abdullah dengan rendah hati menghibur diri dengan kalimat :

"Kita mungkin dari golongan para pendosa penegak Islam di akhir zaman"

Ya, aku memang pernah mendengar sebuah hadits yang berbunyi : "Akan datang suatu zaman,  di mana Islam akan ditegakkan oleh para pendosa diantara mereka"... Mungkinkah itu bangsaku ?

Tapi bandul zaman berubah... Bangsa becanda dan cengengesan ini, dan masih tetap seperti itu, kini mulai dihormati dan diperhitungkan di kancah dakwah antar bangsa... Sedikit demi sedikit bahkan mulai jadi benchmark... Karena ada kualitas kislaman yang meningkat signifikan... Karena ada ilmu yang semakin dalam... Karena ada akhlaq yang terus membaik...

Lalu apa lagi yang mengindikasikan bahwa bangsa ini makin menunjukkan kepemimpinannya dalam Islam ? Mungkin ini yang paling indikatif : semakin dimusuhi oleh aparat negaranya sendiri, atas tekanan internasional tentunya. Jenggotnya dipermasalahkan... Cadarnya dipermasalahkan... Cingkrangnya dipermasalahkan... Bendera Tauhidnya dipermasalahkan... Mereka melakukan aksi damai dan reuni aksi damai dalam jumlah yang mencengangkan...

Dari Haramain aku membawa optimisme : pelan tapi pasti, bangsaku sedang mengerek bendera peradaban ummat ini, atas izin Allah, sambil tetap cengengesan...

Jeddah, 12 November 2019

Tips Ngirit Baterai HP

07 December 2019 | comments





Tau ngga sih, ada cara praktis buat ngirit batere hp. Nih....ikutin ya..

1. Usap ke bawah, bagian paling atas dari layar HP


2. Nanti terlihat fitur-fitur yang sedang aktif, seperti ini.


3. Nonaktifkan fitur yang tidak diperlukan, lihat tanda yang disilang.

Aktifkan fitur saat diperlukan saja. Seperti fitr GPS, Bluetooth dan Auto Brigthness. Ketiga fitur ini sangat menguras daya baterai, karena sensor di HP akan terus menyala mencari sinyal gps dan bluetooth. Begitu juga dengan auto brightness. Mending setting brightness secara manual.

Wifi dan Mobile Data, tidak perlu aktif kedua-duanya. Cukup aktifkan salah satu saja.

Sebaliknya, aktifkan fitur 'Rotate Off'. Agar sensor rotasi pada hp tidak menyala.

4. Nah, akhirnya fitur yang aktif di HP, 'cukup dua saja'. (Serasa slogan KB nih...wkwkwk) 
Udah deh....dijamin baterai HP jadi lebih aweeet ☺




Cara Menyematkan Nama Usaha di Google Maps

06 December 2019 | comments (1)

Buat yang punya bisnis offline, salah satu cara mudah nampilin tempat usaha kita di google maps adalah dengan mendaftarkannya ke Google.

Caranya gampang kok ๐Ÿ˜

1. Buka aplikasi Google Maps

2. Klik tanda garis tiga di pojok kiri atas.


3. Pilih 'Add a Missing Place':


4. Nanti muncul tampilan seperti berikut. Isi aja formnya sesuai pertanyaan.


Klik 'update location on map', nanti geser aja tanda merah ke arah alamat yang ingin kita daftarkan.

5. Kalo sudah selesai semua, klik gambar di pojok kanan atas.


Udah deh, selesai. Tinggal nunggu konfirmasi dari google via imel, kalau alamat kita sudah terdaftar di google maps.



Wakil Rakyat Sejati

17 April 2019 | comments

Masih banyak wakil rakyat....yg benar2 merakyat....dlm makna sebenar2nya..

#######

Pak Sunman: "Memberi Berarti Menghormati Diri"

Kalian pernah gak si, ketemu orang yang auto bikin kita ngerasa jadi sampah? Ketemu orang yang bikin kita menyesali diri, hina-dina, "Qoon..selama ini lo ngapain aja siihh?"

Orang-orang spesial itu ku temui waktu syuting segmen Ceritalks @akutanpabatas .

Namanya Sunmanjaya Rukmandis. Seorang anggota DPR RI yang ke kantor naik angkot-KRL-ojek, Bogor-senayan. Wawancara berlangsung pukul 10-11 malam, setelah pak Sunman menyelesaikan 4 ageda. Kunjungan 3 titik reses dengan jarak ratusan kilometer, dan mengisi ceramah di masjid terpecil tentang Isra' Miraj.

Dibenak kami, "pasti bapaknya udah capek. Udah ngantuk. Wawancaranya bakal efektif ga yaa??" Di luar dugaan, bapaknya masih seger buger. Hepi, beberapa kali melontarkan jokes, gak pelit ngasih ilmu, tiap katanya mengandung mutiara-mutiara. Masya Allahh :"")

Mari ku ceritakan, Pak Sunman ini hidup dalam prinsip memberi-memberi-memberi. Mengambil porsi yang sedikit untuk dunianya, dan menginvestasikan sebanyak mungkin untuk akhiratnya. Baginya, Memberi berarti menghormati diri.

Pak Sunman, gak pernah makan di restauran macem K*C, M*D, Pizza H*t, dll karena menurutnya mahal. "Kalau keluar negeri untuk kunker saya suka bawa masakan rumah, biar selalu ingat keluarga." ujar pak Sunman. Ku tertohok, gajiku tak sebanyak Pak Sunman, tapi sering gegayaan nugas di cafe :"(

Bapak ini juga pernah kesal saat tau biaya cukur rambutnya 100 ribu. "Jangan cukur di sana lagi ah. Saya biasa cukur yang 14 ribu. Udahlah rambut kita diambil, bayarnya mahal lagi." kami tertawa.

Rumahnya juga di perkampungan biasa. "Sempet sih nyari rumah di perumahan. Tapi terus mikir lagi, nanti kalau ada saudara-saudara berkunjung, mereka susah masuk ke dalamnya jauh... masjidnya juga jauh."

Pak Sunman pernah ngasih mobil dua kali ke orang yang menurutnya membutuhkan. "Saya kasih aja mobil saya buat dia. Saya ngangkot lagi deh.. hehe" ucapnya santai.

Pertanyaannya nih gais, dengan gaji plus tunjangan anggota DPR RI Rp70-90 juta per bulan, dan gaya hidup Pak Sunman (yang kayaknya masih lebih hedon gue), duitnya dia kemanaaaain?

"Dengan begitu, kita jadi bisa berbagi.." jawabnya begitu tulus.

Tiap Idul Fitri beliau bisa berbagi ke ratusan keluarga, di ratusan desa. Kalau Idul Adha bisa berkurban sampe 70 ekor!!!!

Pusing ga sih mikirin gimana banyaknya pahala bapak ini ๐Ÿ˜‚

Nih orang, bener-bener udah putus ikatannya sama dunia. Gak mikirin rumah, tabungan, mobil, jabatan, gengsi, dia cuma mikirin kesuksesan terbesarnya, "Saat manusia sudah di bawah batu nisan."

Obrolan 60 menit kami yang sangat berharga dengan beliau berakhir. Ia pulang dengan membayar seluruh tagihan makan kami di cafe tersebut, dan menyelipkan lembaran merah di atas meja, "Ini buat ongkos pulang kalian ya.. saya duluan, Assalamualaikum."

8 lembar uang berwarna merah. Dia bersikeras tidak mau dikembalikan.

Malam itu sudah larut. Kami kelelahan. Harusnya usai wawancara kami segera pulang. Tapi tidak, kami semua termenung. Semua diam menyadari betapa lalainya kami selama ini. "Siapa tadi orang yang bersama kita?"

"Sampah! tadi waktu luang kita malah main ludo! gak guna banget dah.." ujar Gilang yang merasa tertampar berulang kali.

Dian menggeleng-gelengkan kepalanya, "Hatinya pasti murni banget deh, gak ada nodanya.."

"Jangan-jangan banyak orang yang kaya dia, cuma gak ketauan ajaa.. yang ikhlas-ikhlas mah emang gak suka eksistensi.."

Aku? menitikkan air mata. Sukses terpecundangi kebaikannya yang terlampau deras.

Pada akhirnya, kami bersyukur Allah beri kesempatan belajar banyak dari Pak Sunman. Bersyukur bisa mengangkat sosok Anggota Legislatif, sekeren beliau ke khalayak publik. Semoga ini jadi usaha kami memasukkan orang-orang baik ke dalam parlemen. Orang soleh, yang kalau Allah beri harta dan jabatan, membuahkan kebaikan yang tak terkira.

Salam hormat padamu, Sunmajaya Rukmandis, Anggota Legislatif Fraksi PKS 2014-2019. Tahun ini beliau nyaleg lagi, pilih pilih lah caleg macem dia ye gaiss..

Sunmanjaya Rukmandis

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10205939147633284&id=1697397704



( written by Farah Qoonita)

10 Juta

16 April 2019 | comments

❤❤ MARI MENABUNG....❤❤



Di grup WA aku, ada yang ngirim gambar ini, nabung tiap minggu selama 1 tahun dengan nominal berbeda tiap minggu dan selama setahun bisa terkumpul 10 juta (pake 52 minggu? Bukannya setahun lebih dari 52 minggu?, iya, karena  sisanya dipake buat jalan-jalan atau liburan atau umroh jadi nggak nabung selama jalan-jalan itu)

๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ฆ

Pelajaran cara menabung kayak gini, pernah diajarkan oleh seorang konsultan keuangan rumah tangga padaku dulu, saat itu kami bekerja sama dalam sebuah acara.

Jadi, setiap minggu pilih salah satu angka, coret, lalu tabung uang sejumlah angka tersebut. Nah nominal yang dipilih sesuaikan dengan kondisi di minggu tersebut. Misal awal bulan banyak bayaran ini itu seperti listrik, uang keamanan, uang sekolah anak, dll maka pilihlah nominal yang kecil.

Minggu yang gak ada kondangan, gak ada bayaran apa2 hanya rutinitas aja, maka pilihlah angka yang besar. Nominal  terbesar itu bisa dipilih saat dapat bonus, atau saat dapat THR, atau saat jualan lagi laku banget banyak pesanan, Jika disiplin, maka selama 1 tahun berarti telah menabung 10 juta.

Untuk yang pendapatannya lebih banyak, dan ingin menargetkan menabung 20 juta setahun misalnya, maka angka-angka di gambar ini tetap bisa dipakai tapi kalikan dua.

Ini bermanfaat banget buat yang punya penghasilan lumayan tapi kesulitan menabung. Malah selama ini suka ngutang karena manajemen keuangan yang berantakan. Silakan disiplin memulai menabung dengan cara ini.

Udah banyak yang berhasil. Aku ajarkan ini pada tim ku dulu, dari sini mereka jadi bisa beli motor cash tanpa riba, bisa mudik saat lebaran, bisa jalan2 menjelajah bumi Allah tanpa gesek ngutang ke credit card, bahkan bisa umroh. Alhamdulillah.

Tapi, diatas segalanya...jangan lupa, tabungan sebenarnya adalah apa yang kita berikan pada mesjid, pada rumah quran, pada yatim dan dhuafa, pada anak-anak yang kita bantu uang sekolahnya...seimbanglah...menabung untuk masa depan di dunia sekaligus untuk akhirat.

Semoga kita bisa menabung untuk dunia akhirat kita. Aamiin

By Fitra Wilis Masril

*menulis caraku menasehati diri sendiri

I Stand With

15 April 2019 | comments

Bismillah.

๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ
Saya pilih partai PKS, dan saya pilih Prabowo-Sandi✌️

Sekian.

#pengumumansangatpenting๐Ÿ˜Š


Another Online Class

03 April 2019 | comments

I'm back ๐Ÿ˜..

Buat yang ngga sempet ngikut workshop offline...
Nyok...ini dia workshop online...
Cukup duduk manis dalem rumah, ditemenin secangkir teh anget n semangkuk bakso, sepiring siomay, sekotak donat....#eh
kamu bisa belajar :

bikin flyer yang cantik n ketjeh...
bikin desain feed ig.....
bikin cover fb, youtube...
bikin stiker n label jualan ...
bikin kartu nama....
mpe spanduk or baliho....yg super gede....mpe ukuran 4 meteran.ke atas...
(dijamin ga akan pecaaaah hasilnyaa (y) )

dan itu semua...bisa kamu bikin
.....HANYA DARI HP.....

Sambil rebahan, sambil bobo, sambil selonjoran...

Kamu bakal dibimbing step by step di grup WA,
pake instruksi via tulisan, pluuss video tutorial yang  bisa diputar ulang...atau kalo kamu pengen denger suara saya...boleh aja telepon langsung ๐Ÿ˜

Daaan...setelah kelas berlangsung, kamu masih bisa nanya sepuaaaassnya...di grup khusus ๐Ÿค“๐Ÿ˜‰

Pokoknya ngga rugi deeehh....ikutan workshop ini..๐Ÿ˜ Buruan daftar yaaa...


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Refleksi Kehidupan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger